Share

Tolak Digabung dengan PNS, Diplomat Prancis Gelar Mogok Massal

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 03 Juni 2022 10:34 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 03 18 2604816 tolak-digabung-dengan-pns-diplomat-prancis-gelar-mogok-massal-l15CdxVmEq.jpg Demonstrasi diplomat di Kementerian Luar Negeri Prancis memprotes rencana reformasi korps diplomatik, Paris, Prancis, 2 Juni 2022. (Foto: Hans Lucas via Reuters)

PARIS - Diplomat Prancis, termasuk beberapa duta besar, mogok pada Kamis (3/6/2022) untuk memprotes rencana Presiden Emmanuel Macron untuk mereformasi layanan luar negeri negara itu.

Dekrit presiden mulai 16 April mengatur penggabungan korps diplomatik dengan badan pegawai negeri sipil (PNS) yang lebih luas, dalam upaya untuk memasukkan orang-orang dari latar belakang yang lebih luas ke dalam dinas luar negeri. Proses reformasi diperkirakan akan dimulai bulan depan dan dapat mempengaruhi sekira 800 diplomat.

Namun, banyak diplomat melihat reformasi sebagai ancaman tidak hanya untuk karier pribadi mereka tetapi untuk profesi itu sendiri.

“Kami menghadapi risiko hilangnya diplomasi profesional kami,” bunyi surat terbuka yang ditandatangani oleh 500 diplomat muda di surat kabar Le Monde pada 25 Mei.

Para penandatangan menekankan bahwa diplomasi adalah disiplin yang dipelajari “melalui penggandaan pengalaman, khususnya di luar negeri dan pada posisi sulit, dan transmisi pengetahuan dan pengalaman antara anggota (korps diplomatik)”.

Menurut mereka, karena hal ini, tanggung jawab diplomatik tidak dapat dilakukan dengan baik oleh pihak luar.

Para diplomat juga mencatat bahwa Kementerian Luar Negeri terbuka untuk banyak pegawai negeri lainnya, mengingat staf kementerian lain, polisi dan banyak “pekerja kontrak berbakat yang datang dari latar belakang yang sangat beragam” bekerja di kedutaan Prancis di seluruh dunia.

Sebagai tanda protes terhadap “penindasan brutal terhadap korps diplomatik,” penandatangan surat itu mengumumkan pemogokan pada 2 Juni, yang didukung oleh enam serikat pekerja. Mereka mencatat bahwa keputusan itu tidak mudah dibuat “karena tidak ada dalam budaya mereka”.

Banyak diplomat senior, termasuk duta besar dan direktur regional, telah bergabung dengan apa yang merupakan pemogokan pertama korps diplomatik dalam 20 tahun, mengumumkan partisipasi mereka di Twitter dengan tagar 'diplo2metier'.

“Saya akan mogok pada 2 Juni untuk memprotes penindasan terhadap diplomasi profesional kami. Tidak ada kebijakan luar negeri yang hebat tanpa diplomat yang baik. Kami multibahasa, beragam, bersemangat, kreatif. Mereka tidak dapat dipertukarkan,” tulis Duta Besar Prancis untuk Oman Veronique Aulagnon di Twitter sebagaimana dilansir RT.

“Kami mogok karena kami menentang penindasan korps diplomatik. Banyak dari kita juga lelah dengan pemotongan anggaran yang tak ada habisnya & kekurangan staf, yang datang dengan semakin banyaknya prioritas dalam lingkungan internasional yang sangat menantang,” kata Wakil Duta Besar untuk Amerika Serikat Aurelie Bonal.

Pertemuan telah direncanakan di depan kantor pusat Kementerian Luar Negeri di Paris, serta di Nantes, tempat Pusat Arsip Diplomatik bermarkas. Namun, penyelenggara protes memperjelas bahwa para diplomat "tidak akan pernah mengancam" perlindungan warga negara Prancis dan kepentingan nasional.

“Kami menyerukan untuk menghentikan pekerjaan selama itu tidak mengancam kelangsungan pembelaan kepentingan kami,” kata diplomat dan anggota serikat pekerja CFDT Olivier Da Silva, seperti dikutip dari Le Monde.

Korps diplomatik Prancis dibentuk pada abad ke-16 dan saat ini mencakup sekira 1.800 diplomat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini