Share

Anak SMP Korban Tawuran Pelajar Alami Luka Bacok dan Jari Nyaris Putus

Dharmawan Hadi, iNews · Selasa 07 Juni 2022 20:56 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 07 525 2607456 anak-smp-korban-tawuran-pelajar-alami-luka-bacok-dan-jari-nyaris-putus-pgb5rLGILk.jpg Anak SMP jadi korban tawuran pelajar di SUkabumi (Foto: MPI)

SUKABUMI - Pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri yang menjadi korban pembacokan pada tawuran antar sekolah mengalami luka di punggung hingga tembus ke paru-paru dan menerima 10 jahitan, selain itu juga urat pada jari pada tangan sebelah kanan putus akibat menangkis senjata tajam jenis celurit.

Kejadian tawuran yang terjadi di Jalan Raya Cimuncang, Kampung Cimuncang RT 06/09, Desa Pasirhalang, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Senin 6 Juni 2022, sekira pukul 12.00 WIB kemarin, membuat korban berinisial FH (16) menderita luka serius dan harus dibawa ke rumah sakit untuk diberikan pertolongan medis.

Dokter ahli bedah RS Setukpa Polri Kota Sukabumi, Ferry Sudarsono mengatakan bahwa pihaknya menerima pasien pelajar tersebut pada sore hari sekira pukul 15.00 WIB dan menerima tindakan operasi pada setelah waktu salat Maghrib, sekira pukul 06.00 WIB.

"Terdapat 2 luka akibat bacokan senjata tajam, pada punggung sebelah kanan seluas 3x10 cm dan jari tangan sebelah kanan yang uratnya putus. Untuk tindakan yang dilakukan adalah pemasangan selang di dada karena luka bacokannya tembus hingga ke paru dan penyambungan urat pada jarinya," ujar Ferry kepada MNC Portal Indonesia, Selasa (7/6/2022).

Lebih lanjut Ferry mengatakan bahwa selama 2 jam pasien menerima tindakan operasi dan saat ini kondisinya sudah stabil, tidak mengalami sesak. Jika besok tidak ada masalah, kemungkinan selang tersebut bisa dicabut dan dalam 2 hari ke depan jika kondisinya stabil pasien pelajar tersebut sudah bisa pulang ke rumah.

Sementara itu kakak korban, SH (20) menerima kabar adiknya menjadi korban pembacokan saat dirinya berada di tempat bekerja. Ia menerima telepon dari nomor handphone adiknya namun orang lain yang memberitahukan kabar bahwa adiknya dibawa ke Puskesmas Sukaraja.

"Adik saya ketika ditanya di telepon tidak menjawab, namun ketika awal menerima kabar di puskesmas, saya sudah menyangka ada apa-apa terjadi pada adik saya. Lalu saya telepon orang rumah dan si Uwa (kakak orang tua korban) yang datang ke sana (Puskesmas Sukaraja)," ujar kakak korban.

Karena harus di rontgen, lanjut kakak korban, lalu korban dibawa ke RS Hermina Sukabumi, namun terkendala harus menyediakan uang Rp30 juta sebagai uang jaminan atau uang muka, korban lalu dibawa ke RS Setukpa Polri Kota Sukabumi.

"Setelah dirontgen di RS Hermina, ternyata lukanya dalam dan harus dilakukan operasi. Hampir selama 2 jam di RS Hermina, korban menerima tindakan perban pada lukanya agar tidak banyak mengeluarkan darah. Alhamdulillah kondisi adik saya stabil hingga dibawa dan akan masuk ruang operasi di RS Setukpa Polri," ujar kakak korban.

Kakak korban berharap agar ada tanggungjawab dari para pelaku untuk menanggung biaya pengobatan adiknya yang tidak sedikit. Saat ini pihak keluarganya was-was karena jumlah tagihan biaya pengobatan adiknya tersebut belum keluar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini