Share

Satu Lagi 'Tumbang', Daftar Jenderal Rusia yang Tewas Semakin Panjang

Susi Susanti, Okezone · Rabu 08 Juni 2022 13:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 08 18 2607774 satu-lagi-tumbang-daftar-jenderal-rusia-yang-tewas-semakin-panjang-udUmGl8bln.jpg Salah satu jenderal tinggi Rusia dilaporkan tewas di wilayah Donbass, Ukraina timur (Foto: Reuters)

RUSIA - Media pemerintah Rusia mengonfirmasi kematian salah satu jenderal penting dalam jajaran militer negara tersebut pada pertempuran sengit di kawasan Donbas, bagian timur Ukraina.

Alexander Sladkov, reporter stasiun televisi Rossiya 1 melaporkan Mayor Jenderal Roman Kutuzov tewas saat memimpin serangan ke sebuah permukiman Ukraina di kawasan Donbas.

Sladkov mengatakan Mayjen Kutuzov mengomandani pasukan dari Republik Rakyat Donetsk—wilayah yang proklamasi kemerdekaannya diakui Rusia. Namun, Kementerian Pertahanan Rusia belum mengomentari laporan tersebut.

"Sang jenderal memimpin para serdadu dalam serangan, seperti tidak ada kolonel saja," tulis Sladkov pada aplikasi Telegram, dikutip BBC.

Baca juga: Seorang Lagi Jenderal Rusia Terbunuh di Ukraina Timur

"Di sisi lain, Roman adalah komandan seperti yang lain, meskipun pangkatnya lebih tinggi," lanjutnya.

Militer Ukraina mengonfirmasi kematian Mayjen Kutuzov, tapi tidak menyebutkan rincian mengenai kematiannya.

 Baca juga: Putin Semakin Terpukul, Ini 4 Jenderal Rusia yang Tewas Terbunuh di Perang Lawan Ukraina

Nasib Mayjen Kutuzov mengemuka seiring munculnya rumor di media sosial bahwa Letnan Jenderal Roman Berdnikov, komandan Korps ke-29 Angkatan Darat, tewas dalam pertempuran pada akhir pekan lalu. BBC belum dapat memverifikasi secara independen klaim tersebut.

Komandan-komandan Rusia semakin sering terpaksa maju ke lini depan guna mempercepat laju invasi. Sejauh ini Moskow telah mengonfirmasi kematian empat jenderal senior.

Di sisi lain, Kyiv mengklaim telah membunuh 12 jenderal. Adapun sejumlah pejabat intelijen dari negara Barat menyebut sedikitnya tujuh komandan senior Rusia telah tewas.

Meski demikian, laporan-laporan mengenai kematian perwira Rusia telah menimbulkan kebingungan. Tiga jenderal yang diklaim telah dibunuh pasukan Ukraina belakangan dilaporkan masih hidup.

Pada Maret, pasukan Ukraina mengklaim bahwa Mayjen Vitaly Gerasimov telah dibunuh di luar Kota Kharkiv. Akan tetapi, pada 23 Mei media pemerintah Rusia menyatakan pria itu dianugerahi penghargaan negara sekaligus menepis kabar bahwa dia telah tewas.

Seorang komandan lainnya, Mayjen Magomed Tushaev, juga tampak bernyawa dan secara rutin tampil dalam video yang diunggah ke media sosial.

Pada 18 Maret lalu, Kyiv mengklaim Letnan Jenderal Andrey Mordvichev tewas dalam serangan udara di kawasan Kherson. Namun, belakangan dia muncul dalam pertemuan melalui video dengan pemimpin Chechnya, Ramzan Kadyrov. Lalu pada 30 Mei lalu, BBC Rusia mengonfirmasi bahwa pria tersebut masih hidup.

Kematian jenderal jarang diakui secara resmi di Rusia. Dalam kasus Mayjen Vladimir Frolov, tiada informasi mengenai kematiannya di media pemerintah sebelum pemakamannya di St Petersburg pada April lalu.

Rusia menggolongkan kematian personel militer sebagai rahasia negara bahkan pada masa damai sehingga Moskow belum kunjung memutakhirkan angka kematian resmi di Ukraina sejak 25 Maret lalu.

Kala itu, Moskow menyatakan sebanyak 1.351 serdadu Rusia tewas sejak Presiden Vladimir Putin melancarkan invasi ke Ukraina pada 24 Februari lalu.

Pada Maret lalu, seorang pejabat di lingkaran dalam Presiden Volodymyr Zelensky mengatakan kepada Wall Street Journal bahwa sebuah tim yang terdiri dari agen-agen intelijen militer ditugaskan menemukan dan menargetkan para perwira Rusia.

"Mereka mencari jenderal-jenderal kelas atas, komandan-komandan artileri," kata pejabat Ukraina tersebut. Setelah ditemukan, para petinggi itu kemudian dibidik menggunakan tembakan jarak jauh atau artileri.

Bulan lalu, harian the New York Times melaporkan Amerika Serikat (AS) menyediakan informasi intelijen kepada Ukraina.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini