Share

Zelensky: Pertempuran Brutal di Severodonetsk Akan Tentukan Nasib Donbass

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 09 Juni 2022 12:18 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 09 18 2608455 zelensky-pertempuran-brutal-di-severodonetsk-akan-tentukan-nasib-donbass-j4YTUcOfKf.jpg Foto: Reuters.

KIEV - Pertempuran memperebutkan kota Severodonetsk berlangsung brutal dan akan menentukan nasib wilayah Donbass, Ukraina timur, kata Presiden Volodymyr Zelensky. Pernyataan itu disampaikan Zelensky di saat pasukan Rusia mendapatkan kemajuan di Severodonetsk, dan memukul mundur pejuang Ukraina ke pinggiran kota itu.

Setelah gagal menguasai ibu kota Kiev pada paruh pertama operasi militernya di Ukraina, Kremlin memusatkan kekuatan militernya untuk "membebaskan" wilayah Donbass, di mana separatis yang didukung Rusia memisahkan diri dari kendali pemerintah Ukraina pada 2014.

Sekira sepertiga dari Donbass dikuasai oleh separatis sebelum Rusia melancarkan serangan ke Ukraina pada 24 Februari.

"Ini adalah pertempuran yang sangat brutal, sangat sulit, mungkin salah satu yang paling sulit sepanjang perang ini," kata Zelensky dalam sebuah pernyataan video pada Rabu (8/6/2022).

"Severodonetsk tetap menjadi episentrum pertempuran di Donbas... Sebagian besar, di situlah nasib Donbass kami diputuskan sekarang," tambahnya sebagaimana dilansir Reuters.

Pejuang Ukraina di Severodonetsk mundur ke pinggiran kota pada Rabu tetapi telah bersumpah untuk bertempur di sana selama mungkin.

Penembakan artileri telah mengubah kota di Provinsi Luhansk Ukraina menjadi tumpukan puing. Gubernur daerah Luhansk, Serhiy Gaidai, mengatakan bahwa pusat kota Severodonetsk sedang dihancurkan.

"Pejuang kami bertahan di zona industri Severodonetsk. Tapi pertempuran terjadi tidak hanya di zona industri, tetapi juga di Kota Severodonetsk," kata Gaidai kepada televisi Ukraina pada Rabu malam.

Pasukan Ukraina masih menguasai kota kecil kembaran Severodonetsk, Lysychansk, yang terletak ditepi barat Sungai Donets Siverskyi tetapi pasukan Rusia menghancurkan bangunan tempat tinggal di sana, kata Gaidai.

Reuters tidak dapat secara independen memverifikasi situasi di lapangan di kedua kota tersebut.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Duta Besar Ukraina untuk Amerika Serikat (AS) mengatakan kepada CNN bahwa pasukan Ukraina kalah jumlah di Luhansk dan Donetsk, yang secara kolektif membentuk Donbass, wilayah yang sebagian besar berbahasa Rusia.

Tapi "seperti yang sudah kita lihat dalam pertempuran untuk Kiev, kita bisa kehilangan sesuatu untuk sementara. Tentu saja, kita mencoba untuk meminimalkan itu karena kita tahu apa (bisa) terjadi (kapan) Rusia menguasai wilayah, tapi kita akan mendapatkannya kembali," kata Oksana Markarova.

Gaidai mengatakan Rusia sekarang menguasai lebih dari 98% Luhansk.

Moskow mengatakan pihaknya terlibat dalam "operasi militer khusus" untuk melucuti senjata dan "mendenazifikasi" negara tetangganya itu. Ukraina dan sekutunya mengatakan Moskow telah melancarkan perang agresi yang tidak beralasan, menewaskan ribuan warga sipil dan meratakan kota-kota.

Angka-angka PBB menunjukkan lebih dari 7 juta orang telah melintasi perbatasan dari Ukraina sejak Rusia menginvasi pada 24 Februari.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini