Share

Kegirangan Penjual dan Wisatawan Sambut Pasar Kereta Api Thailand yang Dibuka Kembali Usai Pandemi

Susi Susanti, Okezone · Kamis 09 Juni 2022 12:38 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 09 18 2608471 kegirangan-penjual-dan-wisatawan-sambut-pasar-kereta-api-thailand-yang-dibuka-kembali-usai-pandemi-QT0maMoLZw.jpg Para penjual dan wisawatan bergembira sambut pasar kereta api di Thailand yang sudah mulai dibuka kembali (Foto: AFP))

SAMUT SONGKHRAM - Sebuah bel kereta membangunkan seorang nenek Thailand yang tertidur di kios buah dan bunganya, membuatnya bergegas untuk melipat di tendanya sebelum lokomotif perlahan bergemuruh melewatinya, begitu dekat hingga hampir menyentuh barang dagangannya.

Enam kali sehari di Pasar Kereta Api Mae Klong, pelanggan lokal dan turis asing berebut masuk ke sudut dan celah sementara pedagang dengan tenang memindahkan keranjang anyaman barang mereka dari rel dan menutup payung mereka untuk memberi jalan.

Ratusan pemilik kios mencari nafkah di sepanjang jalur kereta api sepanjang 500 meter di Samut Songkhram, 80 km barat Bangkok ini, menjual segala sesuatu mulai dari produk segar hingga kura-kura hidup hingga pakaian dan suvenir.

 Baca juga: Tak Cuma Masinis, Ternyata Petugas Ini Punya Peran Penting agar Perjalanan Kereta Lancar

“Meski terlihat berisiko dan berbahaya, sama sekali tidak berbahaya,” kata pedagang buah dan sayur Samorn Armasiri.

Baca juga: 5 Stasiun Kereta Terindah di Dunia, Bergaya Arsitektur Klasik hingga Modern Bikin Mata Terpana

Keluarganya telah menjalankan sebuah kios di pasar - dijuluki dalam bahasa Thailand "talad rom hup", atau pasar payung - selama lima dekade, dan dia tidak pernah menyaksikan kecelakaan.

"Ketika kereta masuk, petugas membunyikan klakson dan semua orang mengemasi barang-barang mereka - mereka tahu latihannya," katanya.

Sisi-sisi gerbong kereta melewati kantong selada, brokoli, bawang, jahe, cabai, tomat, dan wortel yang ditempatkan dengan hati-hati di luar rel - hanya dengan beberapa sentimeter tersisa.

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

Dalam beberapa tahun terakhir, tontonan itu telah menjadi pusat bagi para backpacker yang minum kelapa dengan celana gajah dan penggemar selfie Instagram, sebelum terhenti akibat pandemi Covid-19.

Saat ini ketika Thailand mencabut pembatasan masuk Covid-19, pariwisata meningkat sekali lagi.

Penjual ikan Somporn Thathom - pemilik kios sejak 1988 - mengatakan bisnis akhirnya meningkat setelah dua tahun kesulitan dan tekanan keuangan.

“Selama Covid, saya hampir tidak menghasilkan cukup untuk membayar staf saya. Saya berhasil menjual 10 ikan per hari,” kata pria berusia 60 tahun itu.

"Saya menghabiskan semua tabungan saya ... dan harus meminjam uang dari bank,” lanjutnya.

Tak hanya penjual yang senang, para wisatawan pun memiliki kegembiraan tersendiri.

Ella McDonald dari Australia, dalam persinggahan dua hari dalam perjalanannya ke Turki, termasuk di antara mereka yang mengagumi kekacauan terorganisir pasar.

"Itu gila dan sibuk," katanya kepada AFP.

"Saya terkejut melihat seberapa besar kereta dalam jumlah kecil ruang,” lanjutnya.

"Ini pengalaman yang unik. Saya belum pernah melihat yang seperti ini di tempat lain di dunia,” ujarnya.

Wisatawan asal Australia bernama William, 8, mengatakan kekacauan yang terjadi saat kereta melewatinya sungguh menawan.

"Hal yang paling menarik adalah ketika Anda melewati kereta - hanya melihat (penjual pasar) berkemas," katanya.

Sebelum Covid-19 melanda, pasar ini juga disukai turis China yang membeli durian yang dijuluki "raja buah" yang berbau menyengat. Namun aturan karantina yang ketat saat ini mengecilkan hati calon pengunjung dari China, yang pernah menjadi penyumbang terbesar turis asing di Thailand.

Sementara itu, Manajer stasiun Charoen Charoenpun percaya orisinalitas pasar menjamin popularitas pasar itu sendiri.

"Itu tidak dibuat-buat. Itu tidak dibangun untuk turis," katanya.

“Para wisatawan, ketika datang mereka dapat melihat tradisi dan budaya masyarakat lokal Samut Songkhram,” ujarnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini