Share

Jerman: Rusia Sengaja Gunakan Kelaparan Sebagai Senjata Perang

Susi Susanti, Okezone · Sabtu 11 Juni 2022 16:20 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 11 18 2609806 jerman-rusia-sengaja-gunakan-kelaparan-sebagai-senjata-perang-EPAn1KZQJd.jpg Menteri Pertanian Jerman Cem Ozdemir (Foto: Reuters)

JERMANMenteri Pertanian Jerman Cem Ozdemir pada Jumat (10/6/2022) mengatakan dengan memblokir pelabuhan Ukraina, Rusia sengaja menggunakan kelaparan sebagai senjata perang.

“Ini adalah jenis perang yang sangat menjijikkan yang dilakukan Rusia," kata Ozdemir kepada afiliasi CNN N-TV selama kunjungan ke Kyiv pada Jumat (10/6/2022).

"Rute alternatif menghabiskan banyak uang," tambahnya.

Özdemir membahas cara-cara alternatif untuk mengekspor gandum dari Ukraina dengan rekannya dari Ukraina, Mykola Solskyi.

Baca juga: Picu Kelaparan dan Krisis Gandum Global, Ukraina Minta Rusia Dikeluarkan dari FAO

"Akan kamikaze bagi Ukraina untuk mengandalkan kata-kata Putin tanpa jaminan militer yang kredibel dan efektif bahwa keamanan pelabuhan dan kapal Ukraina terjamin," lanjutnya.

"Saya tidak akan mempercayai kata-kata Putin dengan cara apa pun; dia telah terbukti menjadi pembohong yang terkenal kejam," kata Özdemir kepada N-TV.

Baca juga:  Sekjen PBB Sebut Perang Ukraina Bisa Memicu Kelaparan Dunia

Pada waktu normal, Ukraina akan mengekspor sekitar tiga perempat dari biji-bijian yang dihasilkannya. Menurut data dari Komisi Eropa, sekitar 90% dari ekspor ini dikirim melalui laut, dari pelabuhan Laut Hitam Ukraina. Rusia saat ini memblokir akses maritim ke pelabuhan Laut Hitam yang dipegang oleh Ukraina, yang berarti bahwa bahkan biji-bijian yang masih di bawah kendali Ukraina tidak dapat diekspor ke banyak negara yang bergantung padanya.

Perang Rusia di Ukraina dapat mendorong hingga 49 juta orang ke dalam kelaparan atau kondisi seperti kelaparan karena dampaknya yang menghancurkan pada pasokan dan harga pangan global, menurut PBB.

Secara terpisah, Menteri Kesehatan Jerman Karl Lauterbach berpartisipasi dalam konferensi donor untuk pembangunan pusat rehabilitasi bagi penyandang cacat perang pada Jumat (10/6/2022) di Lviv. Jerman akan mendukung bengkel kontainer untuk pembuatan kaki palsu.

Lauterbach mengatakan sekitar 200 dokter Jerman siap membantu dalam operasi dan terapi trauma di Ukraina.

"Sungguh menyedihkan melihat betapa negara ini menderita akibat perang agresi yang berbatasan dengan barbarisme," terangnya.

Kanselir Jerman Olaf Scholz belum mengunjungi Ukraina. Setelah Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier ditolak kunjungannya ke Kyiv oleh otoritas Ukraina karena keengganan Jerman untuk mengirim bantuan militer ke Ukraina, Scholz sejauh ini menolak untuk melakukan perjalanan ke Ukraina. Adapun Menteri Luar Negeri Annalena Baerbock mengunjungi Bucha dan Kyiv pada 10 Mei lalu.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini