Nama Siliwangi ini tercatat dalam naskah Siksasandang Karesian dan Carita Parahiyangan sebagai lakon pantun. Naskah tersebut tertulis Een koperen beeld (Praboe Siliwangi) in Telaga Bij Cheribon. Menurut tradisi lama, masyarakat Sunda terlalu segan atau tidak memperbolehkan menyebut seorang raja Kerajaan Pajajaran dengan sebutan Prabu Siliwangi.
Hingga sekarang masyarakat Sunda lebih mengenal Prabu Siliwangi dari pada Sri Baduga Maharaja, padahal nama kedua nama tersebut adalah satu orang yang menyandang asli dan gelar.
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.