Share

Inggris Izinkan Esktradisi Assange ke AS, Pendiri Wikileaks Terancam 175 Tahun Penjara

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 17 Juni 2022 17:11 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 17 18 2613478 inggris-izinkan-esktradisi-assange-ke-as-pendiri-wikileaks-terancam-175-tahun-penjara-I77UKY2NqW.jpg Pendiri Wikileaks Julian Assange. (Foto: Reuters)

LONDON - Menteri Dalam Negeri Inggris Priti Patel pada Jumat (17/6/2022) menyetujui ekstradisi pendiri WikiLeaks Julian Assange ke Amerika Serikat (AS) untuk menghadapi tuntutan pidana. Keputusan London itu membawa kisah hukum Assange yang sudah berjalan lama mendekati kesimpulan.

Assange dicari oleh otoritas AS dalam 18 tuduhan, termasuk tuduhan mata-mata, yang berkaitan dengan pelepasan WikiLeaks atas sejumlah besar catatan rahasia militer AS dan kabel diplomatik yang menurut Washington telah membahayakan nyawa. Dia terancam hukuman 175 Tahun penjara di AS.

Pendukungnya mengatakan dia adalah pahlawan anti-establishment yang telah menjadi korban karena dia mengungkap kesalahan AS dalam konflik di Afghanistan dan Irak, dan bahwa penuntutannya adalah serangan bermotivasi politik terhadap jurnalisme dan kebebasan berbicara.

Kantor Dalam Negeri mengatakan ekstradisinya sekarang telah disetujui tetapi dia masih bisa mengajukan banding atas keputusan tersebut. WikiLeaks mengatakan dia akan melakukannya.

"Dalam kasus ini, pengadilan Inggris belum menemukan bahwa akan menindas, tidak adil atau merupakan bentuk penyalahgunaan untuk memproses ekstradisi Tuan Assange," kata Kementerian Dalam Negeri dalam sebuah pernyataan yang dilansir 

BACA JUGA: Pengadilan Inggris Tolak Ekstradisi Pendiri Wikileaks ke AS.

"Mereka juga tidak menemukan bahwa ekstradisi tidak sesuai dengan hak asasinya, termasuk haknya atas pengadilan yang adil dan kebebasan berekspresi, dan bahwa selama berada di AS dia akan diperlakukan dengan layak, termasuk terkait dengan kesehatannya."

Awalnya, seorang hakim Inggris memutuskan bahwa Assange tidak boleh dideportasi, dengan mengatakan masalah kesehatan mentalnya berarti dia akan berisiko bunuh diri jika dinyatakan bersalah dan ditahan di penjara dengan keamanan maksimum.

Follow Berita Okezone di Google News

Tapi ini dibatalkan pada banding setelah Amerika Serikat memberikan paket jaminan, termasuk janji dia bisa dipindahkan ke Australia untuk menjalani hukuman apapun.

Keputusan Patel bukan berarti akhir dari perjuangan hukum Assange kelahiran Australia yang sudah berlangsung lebih dari satu dekade.

Dia dapat mengajukan banding di Pengadilan Tinggi London yang harus memberikan persetujuannya agar tantangan dapat dilanjutkan. Dia akhirnya dapat berusaha untuk membawa kasusnya ke Mahkamah Agung Inggris. Tetapi jika banding ditolak, Assange harus diekstradisi dalam waktu 28 hari.

"Ini adalah hari yang gelap bagi kebebasan pers dan demokrasi Inggris," kata istri Assange, Stella.

"Hari ini bukanlah akhir dari pertarungan. Ini hanyalah awal dari pertarungan hukum yang baru."

1
2
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini