Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Asal-Usul Nama Haji Bokir dan Mpok Nori di Kawasan Jakarta Timur

Muhammad Farhan , Jurnalis-Sabtu, 18 Juni 2022 |12:25 WIB
Asal-Usul Nama Haji Bokir dan Mpok Nori di Kawasan Jakarta Timur
Foto: Antara
A
A
A

JAKARTA - Pemerintah Kota Jakarta Timur mengabadikan sejumlah nama tokoh masyarakat dan seniman betawi sebagai nama jalan, salah duanya adalah Haji Bokir dan Mpok Nori.

(Baca juga: Peristiwa 3 April: Sri Sultan Hamengkubuwana IV Lahir hingga Mpok Nori Meninggal)

Kasudin Bina Marga Jakarta Timur, Benhard Hutajulu menjelaskan, alasan pihaknya memberikan nama Haji Bokir sebagai nama jalan di kecamatan Kramat Jati, tepatnya menggantikan nama Jalan Raya Pondok Gede.

"Jalan Raya Pondok Gede segmen Kelurahan Pinang Ranti dan Kelurahan Dukuh menjadi H. Bokir bin Dji'un," kata Benhard Hutajulu kepada wartawan, Sabtu (18/6/2022).

Penggantian nama jalan tersebut dibuktikan dengan berdirinya plang nama Jalan H. Bokir bin Dji'un. Lokasi pendirian plang yang menggantikan nama Jalan Raya Pondok Gede tersebut berada dari simpang Jalan Raya Bogor yakni pertigaan Hek sampai persimpangan lampu merah Tamini Square.

Sedangkan nama Mpok Nori diabadikan dalam plang nama jalan yang terpasang di Kecamatan Cipayung, menggantikan Jalan Raya Bambu Apus.

"Sebenarnya selain Haji Bokir dan Mpok Nori, ada lima nama jalan lainnya menggunakan nama tokoh masyarakat hingga pejuang kemerdekaan," ujar Benhard.

Nama-nama yang dimaksud, lanjut Benhard, yaitu Haji Darip, Entong Gendut, dan Rama Ratu Jaya yang diabadikan menjadi nama jalan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement