Share

Mantan Gerilyawan Sayap Kiri Gustavo Petro Terpilih Sebagai Presiden Baru Kolombia

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 20 Juni 2022 11:38 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 20 18 2614598 mantan-gerilyawan-sayap-kiri-gustavo-petro-terpilih-sebagai-presiden-baru-kolombia-zqrioWyhnf.jpg Kandidat presiden sayap kiri Kolombia Gustavo Petro memeluk calon wakil presidennya Francia Marquez di Movistar Arena, Bogota, Kolombia, 19 Juni 2022. (Foto: Reuters)

BOGOTA – Mantan anggota gerilyawan sayap kiri M-19, Gustavo Petro, memenangi kursi kepresidenan Kolombia pada Minggu (19/6/2022). Petro, yang menjanjikan perubahan sosial dan ekonomi mendalam di Kolombia, memenangi pemilihan dengan selisih suara tak terduga dari saingannya raja konstruksi Rodolfo Hernandez.

Diwartakan Reuters, Petro unggul lebih dari 700.000 suara dari Hernandez, membuat pemilihan ini sebagai yang paling ketat dalam beberapa waktu terakhir. Para analis menyebut hal ini sebagai demonstrasi keinginan Kolombia untuk upaya memerangi ketidaksetaraan yang mendalam.

Petro, mantan walikota ibukota Bogota dan senator saat ini, telah berjanji untuk memerangi ketidaksetaraan dengan pendidikan universitas gratis, reformasi pensiun dan pajak yang tinggi atas tanah yang tidak produktif. Dia memenangkan 50,5% suara berbanding Hernandez 47,3% suara.

"Mulai hari ini Kolombia berubah; Kolombia berbeda," kata Petro kepada para pendukung yang bersorak di arena konser Bogota. "Perubahan justru terdiri dari meninggalkan sektarianisme."

"Ini bukan waktu untuk kebencian, pemerintahan ini, yang akan dimulai pada 7 Agustus, adalah pemerintahan kehidupan," katanya.

Ribuan orang turun ke jalan di Bogota untuk merayakannya, dengan beberapa menari di dekat tempat pemungutan suara terbesarnya di bawah hujan yang sesekali turun.

Kampanye ini merupakan pencalonan presiden ketiga Petro dan kemenangannya menambah negara Andes itu ke dalam daftar negara-negara Amerika Latin yang telah memilih kaum progresif dalam beberapa tahun terakhir.

Kemenangan Petro menunjukkan orang-orang di Kolombia, di mana hampir separuh penduduknya hidup dalam kemiskinan, sangat ingin melawan ketidaksetaraan, kata Daniela Cuellar dari FTI Consulting.

"Apa yang ditunjukkan penduduk Kolombia hari ini adalah bahwa mereka mencari pemerintah yang fokus pada isu-isu sosial utama," katanya.

"Penyakit ketidaksetaraan Kolombia yang sudah berlangsung lama, yang diperburuk oleh Covid-19, telah berkontribusi pada pemilih yang mencari perubahan."

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Petro, (62), mengatakan dia disiksa oleh militer ketika dia ditahan karena keterlibatannya dengan gerilyawan, dan potensi kemenangannya membuat pejabat tinggi angkatan bersenjata bersiap untuk perubahan.

Petro juga telah berjanji untuk sepenuhnya menerapkan kesepakatan damai 2016 dengan pemberontak FARC dan mencari pembicaraan dengan gerilyawan ELN yang masih aktif.

Presiden saat ini Ivan Duque mentweet bahwa dia telah menelepon untuk memberi selamat kepada Petro, dan mereka telah menjadwalkan pertemuan dalam beberapa hari mendatang untuk memastikan transisi yang harmonis.

Masa jabatan Presiden Kolombia dibatasi untuk satu periode.

Sekira 22,6 juta orang memilih, sekira 1,2 juta lebih banyak daripada putaran pertama. Sekira 2,3% pemilih memberikan suara protes, tidak mendukung kedua kandidat.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini