Share

4 Ratu Ini Tewas Dipenggal di Usia Muda, 2 Di Antaranya Miliki Suami yang Sama

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Selasa 21 Juni 2022 06:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 20 18 2614976 4-ratu-ini-tewas-dipenggal-di-usia-muda-2-di-antaranya-miliki-suami-yang-sama-rvCHUX3su8.jpg Lukisan menggambarkan eksekusi Marie Antoinette. (Foto: Wikimedia Commons)

JAKARTA - Ratu merupakan pasangan dari raja yang memiliki peran sebagai ibu negara. Demi kehidupan kerajaan yang makmur, seorang ratu harus bertindak adil dan baik kepada rakyatnya. Namun, terdapat sejumlah ratu yang dihukum karena melakukan berbagai kejahatan. Lebih nahas lagi, ratu-ratu tersebut dipenggal di usianya yang terbilang masih muda.

Berikut beberapa ratu Eropa yang dipenggal di usia muda sebagaimana dirangkum Tim Litbang MPI:

1. Catherine Howard

Istri kelima dari Raja Inggris Henry VIII, Catherine Howard, lahir pada 1523. Pernikahannya dengan Henry VIII menjadikan Catherine seorang ratu. Namun gelar ratu hanya disandangnya selama 16 bulan (1540-1541). Pasalnya, ia harus menjalani hukuman penggal karena dituduh berselingkuh dari Raja Henry VIII.

Eksekusi tersebut berlangsung pada 13 April 1542 di Tower of London. Catherine pun tewas di usia yang sangat belia, yaitu 19 tahun.

2. Anne Boleyn


Sama seperti Catherine Howard, Anne Boleyn merupakan istri dari Raja Inggris Henry VIII. Istri kedua sang raja ini hanya menjabat sebagai ratu dalam waktu yang tidak terlalu lama, yaitu sejak tahun 1533 sampai 1536.

Anne didakwa atas perzinaan, pengkhianatan, melakukan hubungan sedarah hingga tuduhan rencana pembunuhan terhadap raja. Ia lantas dieksekusi penggal pada 19 Mei 1536 di Tower of London. Ia tewas pada usia sekitar 30-an tahun.

Uniknya, terdapat kisah bahwa hantu dari Anne Boleyn sering berkeliaran di berbagai situs bersejarah Inggris. Banyak pengunjung yang mengaku pernah melihat penampakannya di Tower of London, Blicking Hall, Marwell Hall, Hever Castle dan Salle Church.

3. Mary Stuart

Mary Stuart merupakan Ratu Skotlandia yang berkuasa antara tahun 1542 hingga 1567. Ia dipenggal pada 8 Februari 1587. Putri James V dari Skotlandia ini mengincar takhta sepupunya yaitu Ratu Inggris Elizabeth I. Ia kerap memberontak, bahkan mempunyai pasukan pemberontak bernama Rising of The North.

Karena hal tersebut, Mary harus mengembuskan napas terakhirnya dengan hukuman penggal yang dilakukan di Fortheringhay Castle, Inggris.

4. Marie Antoinette

Pada 1793 di Prancis, Marie Antoinette harus kehilangan nyawanya secara paksa. Ia dieksekusi mati dengan cara dipenggal menggunakan guillotine. Guillotine merupakan alat pemancung manusia secara cepat. Istri dari Louis XVI ini dipenggal bersama suaminya karena dianggap tidak becus menjalankan pemerintahan. Rakyat Prancis pada masa itu berada di garis kemiskinan dan sulit untuk mendapatkan bahan pangan. Namun, Marie Antoinette yang lahir pada tahun 1755 ini tidak peduli dengan keadaan rakyatnya dan malah gemar berpesta, berjudi, serta mengoleksi pakaian mahal.

Diceritakan pula pada malam sebelum hari eksekusi, seluruh rambut Marie Antoinette berubah menjadi putih. Hal ini dikarenakan Marie merasa tertekan dan stress berat. Kejadian medis ini lantas diberi nama Marie Antoinette Syndrome.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini