Mereka menunggu perkembangan kabar ayah mereka dengan wajah tegang. Tepat pukul 07.00 Wib, dokter Mahar Mardjono membuka pintu ruang perawatan, dan anak-anak Bung Karno langsung menyerbu masuk. Berondongan pertanyaan hanya dijawab dokter Mahar dengan gelengan kepala. Pukul tujuh lewat sedikit, perawat mulai melepas selang makanan dan alat bantu pernafasan Bung Karno.
Anak-anak Bung Karno lalu mengucap takbir. Megawati membisikkan kalimat syahadat ke telinga Bung Karno dan Bung Karno mencoba mengikuti. “Allah,” kata Bung Karno lirih seiring nafasnya yang terakhir seperti dikutip dari buku “Soekarno Poenja Tjerita, Yang Unik dan Tak Terungkap dari Sejarah Soekarno”.
Tepat pukul 07.07 Wib, Bung Karno wafat, tangisan pun pecah di RSPAD. Sang Proklamator RI itu kemudian dimakamkan di Blitar, Jawa Timur. Berakhir sudah tugasnya sebagai Penyambung Lidah Rakyat Indonesia.
(Fahmi Firdaus )