Share

Singapura Konfirmasi Kasus Cacar Monyet Pertama di Asia Tenggara

Susi Susanti, Okezone · Rabu 22 Juni 2022 14:13 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 22 18 2616068 singapura-konfirmasi-kasus-cacar-monyet-pertama-di-asia-tenggara-jgH0jCGn2I.jpg Singapura konfirmasi kasus cacar monyet pertama di Asia Tenggara (Foto: iStock)

SINGAPURA - Singapura telah melaporkan kasus cacar monyet pertama yang dikonfirmasi di Asia Tenggara selama wabah tahun ini.

Kasus di Singapura melibatkan seorang pria Inggris yang berada di negara kota itu antara 15 dan 17 Juni lalu. Dia dinyatakan positif terkena cacar monyet pada Senin (20/6/2022) setelah mengalami ruam kulit dan mengalami sakit kepala dan demam minggu lalu.

"Selama periode ini, dia sebagian besar tinggal di kamar hotelnya kecuali untuk mengunjungi tempat pijat dan makan di tiga tempat makan pada 16 Juni," kata Kementerian Kesehatan Singapura, Selasa (21/6/2022).

Tiga belas dari kontak dekat pria itu telah diidentifikasi dan pelacakan kontak sedang berlangsung, kata kementerian itu, seraya menambahkan bahwa pria itu sedang dirawat di Pusat Nasional untuk Penyakit Menular.

Baca juga: WHO: Cacar Monyet Akan Ganti Nama, Pertimbangkan Tingkatkan Status Kewaspadaan

Singapura terakhir mendeteksi kasus cacar monyet pada 2019, pada seorang pria berusia 38 tahun dari Nigeria yang telah melakukan perjalanan ke negara kota itu untuk menghadiri pernikahan.

“Cacar monyet bukanlah penyakit baru jadi kami sebenarnya tahu sedikit tentang penyakit dan virus [yang] telah ada selama beberapa waktu,” kata Khoo Yoong Khean, seorang dokter dan petugas ilmiah di Pusat Kesiapsiagaan Wabah Duke-NUS. di Singapura.

Baca juga: WHO Selidiki Laporan Virus Cacar Monyet di Air Mani, Penyakit Mungkin Dapat Ditularkan Melalui Hubungan Seks

"Tetapi ada perubahan dalam cara penyakit ini beredar dan menyebar dalam wabah saat ini... [dan] ini tampaknya menjadi situasi yang berkembang,” lanjutnya.

Khoo mengatakan pelajaran dari pandemi Covid-19 dapat diterapkan pada potensi wabah cacar monyet di wilayah tersebut.

“Akan bijaksana bagi negara-negara untuk memperhatikan. Kami memiliki banyak alat yang telah kami gunakan untuk Covid-19 dan itu akan berguna sekarang: metode penelusuran kontrak, protokol karantina, dan bahkan strategi imunisasi massal jika diperlukan,” ujarnya.

“Meskipun saya tidak berpikir kita perlu terlalu khawatir tentang situasi global, dan kita mungkin sekarang berada di tempat yang lebih baik, wabah penyakit tidak pernah dapat diprediksi seperti yang kita tahu. Kita mungkin akan mendapat kejutan dari cacar monyet dalam waktu dekat, jadi kita harus terus memperkuat sistem kesehatan dan pengawasan kami, bekerja sama dengan negara lain dan membuat keputusan yang lebih baik daripada [yang kami lakukan] selama pandemi Covid,” ungkapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini