Share

5 Fakta Mahathir Sebut Malaysia Harus Klaim Kepri, Gubernur Ansar Ahmad Tolak Mentah-Mentah!

Susi Susanti, Okezone · Rabu 22 Juni 2022 18:41 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 22 340 2616330 5-fakta-mahathir-sebut-malaysia-harus-klaim-kepri-gubernur-ansar-ahmad-tolak-mentah-mentah-ro6L5Yucp0.jpg Gubernur Kepri Ansar Ahmad (Foto: Okezone)

KEPRI - Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad langsung angkat bicara terkait mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad yang mengatakan jika Malaysia harus mengklaim wilayah Kepulauan Riau dan Singapura.

Berikut 5 fakta terkait klaim wilayah Kepri dan Singapura yang dilakukan Malaysia.

1. Belajar kedaulatan negara

Ansar meminta agar Mahathir kembali mempelajari mengenai kedaulatan negara.

Menurut Ansar, seharusnya mantan pemimpin negara seperti Mahathir mengerti mengenai kedaulatan sebuah Negara. Dengan tegas dia menyebutkan bahwa hingga kapan pun Kepri tetap merupakan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

 Baca juga: Mantan PM Mahathir: Malaysia Harus Mengklaim Singapura dan Kepulauan Riau

"Kami tegaskan Kepri adalah bagian Indonesia. Indonesia tetap Indonesia, dan Malaysia adalah Malaysia," katanya Selasa (21/6/22).

2. Punya hubungan sejarah

Mahathir Mohamad sebelumnya menyebut bahwa Malaysia semestinya mengklaim Singapura dan Kepri sebagai bagian dari Tanah Melayu.

Baca juga: Mahathir Sebut Kepri Milik Malaysia, Gubernur: Kami Tegaskan Kepri Bagian Indonesia

Pernyataan ini dikatakan Mahathir karena menurut dia, Singapura dan Kepri adalah bagian dari Tanah Melayu yang memiliki hubungan historis dengan Malaysia.

3. Tanah melayu sangat luas

Dalam pidato pembukaannya yang disiarkan langsung di media sosial, Dr Mahathir, MP untuk Langkawi, mengatakan bahwa apa yang dikenal sebagai Tanah Melayu dulu sangat luas, membentang dari Tanah Genting Kra di Thailand selatan sampai ke Kepulauan Riau, dan Singapura, tetapi sekarang terbatas di Semenanjung Malaya.

"Saya bertanya-tanya apakah Semenanjung Malaya akan menjadi milik orang lain di masa depan," katanya.

4. Belajar dari msa lalu

Mahathir meminta pendengarnya untuk belajar dari masa lalu. Ia juga mengatakan Malaysia saat ini bukan milik bumiputera, karena banyak orang Melayu yang tetap miskin dan cenderung menjual tanahnya.

"Jika kami menemukan kami salah, kami harus memperbaiki kesalahan ini sehingga tanah kami tetap tanah Melayu,” lanjutnya.

5. Klaim Singapura

Selain mengklaim Kepri, Mahathir juga mengklaim wilayah Singapura.

Mahkamah Internasional (ICJ) pada 2002 memutuskan bahwa Sipadan dan Ligitan milik Malaysia dan bukan milik Indonesia. Pada 2008, ICJ memutuskan bahwa Pedra Branca milik Singapura, sementara kedaulatan atas Middle Rocks di dekatnya diberikan kepada Malaysia.

Pada 2017, Malaysia mengajukan permohonan kepada ICJ untuk merevisi putusan ini. Tetapi pada Mei 2018, setelah Dr Mahathir menjadi perdana menteri lagi, Malaysia mengumumkan bahwa mereka akan menghentikan proses tersebut.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini