Share

200 KK Terancam Digusur Imbas dari Pembersihan Jalur KA di Stasiun Malang Kotalama

Avirista Midaada, Okezone · Rabu 22 Juni 2022 12:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 22 519 2615943 200-kk-terancam-digusur-imbas-dari-pembersihan-jalur-ka-di-stasiun-malang-kotalama-lR1DzkYA0F.jpg Permukiman padat penduduk yang terancam digusur/Avirista Midaada

MALANG - PT. Kereta Api Indonesia (KAI) memiliki rencana menertibkan pemukiman warga yang berdekatan jalur kereta api di Kota Malang.

Titik sasaran adalah Stasiun Kotalama-Jagalan-Depo Pertamina sepanjang 1,3 kilometer.

Sosialisasi dan pembahasan pun dilakukan oleh PT KAI Daop 8 Surabaya dengan menggandeng Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Malang dan pengurus lingkungan warga setempat yang diwakili pengurus RW dan tokoh masyarakat sekitar.

Executive Vice President PT KAI Daop 8 Surabaya, Heri Siswanto mengungkapkan, ada sebanyak 200 kepala keluarga (KK) yang terdampak penertiban rel kereta api di sekitar eks stasiun peninggalan perusahaan swasta Belanda ini. Nantinya penertiban bakal dilakukan pada enam meter bagian kiri kanan dari jalur kereta api.

"Ini masih dalam tahap sosialisasi, dan ini yang kedua kalinya. Dengan mengundang perwakilan warga, tokoh masyarakat, Polresta Malang Kota, serta Satpol PP," ujar Heri Siswanto kepada wartawan di Stasiun Malang Kota Baru, Selasa (21/6/2022).

Alasan penertiban ini disebut Heri karena banyak bangunan dan kegiatan masyarakat yang ada di sekitar Stasiun Malang Kotalama, Jagalan, hingga Depo Pertamina, yang dinilai membahayakan aktivitas kereta api.

Apalagi sejumlah bangunan berdekatan dengan rel kereta api yang bertentangan dengan undang-undang dan peraturan daerah.

"Dan itu menurut undang-undang serta peraturan daerah itu dilarang, dan tidak diperbolehkan. Kita coba mengedukasi hingga masyarakat bisa sukarela membongkar bangunan yang berdekatan dengan jalur rel sejauh enam meter," katanya.

Tim gabungan dari PT KAI, kepolisian, TNI serta Pemkot Malang sudah dibentuk yang nantinya akan mensosialisasikan rencana penertiban bangunan ini kepada masyarakat.

"Kita sudah maping, ada sekitar 301 KK yang akan terdampak. Tim gabungan dengan stakeholder nantinya akan mensosialisasikan rencana ini kepada masyarakat," ungkapnya.

PT KAI sendiri belum menyampaikan secara gamblang terkait batas waktu hingga penertiban terpaksa dilakukan.

Sejauh ini, tahap rencana tersebut masih terkait pembentukan tim terpadu untuk sosialisasi.

"Kita saat ini masih bentuk tim terpadu untuk sosialisasi, nanti tahapannya sosialisasi, terus ada surat peringatan pertama, kedua dan ketiga," tegasnya.

Terpisah Kabag Ops Polresta Malang Kota Kompol Supiyan menyebut, pihaknya akan melaksanakan kegiatan sesuai dengan kewenangan kepolisian menyikapi adanya kebijakan dari PT KAI dan Pemkot Malang dalam rencana penertiban bangunan di dekat jalur rel.

"Tentu kami akan mensupport kebijakan-kebijakan dari PT KAI dan Pemkot sesuai dengan kewenangan kepolisian. Nanti langkah-langkah preventif akan diutamakan, untuk menjaga kondusifitas wilayah dan aspek kemanusiaan," imbuh Supiyan.

Sementara itu, Ketua RW07 Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Achmad Zakaria mengaku, baru satu kali menerima undangan soal rencana PT KAI di wilayahnya.

Sejauh ini, dirinya tak mengetahui secara detail rencana tersebut. Sehingga dirinya belum dapat mensosialisasikan kepada warganya.

"Intinya pertemuan tadi, soal rencana pembentukan tim aset PT KAI. Tetapi sampai tadi, sampai belum. Akan mengajukan perwakilan baru akan dibentuk tim itu, baru kemudian membahas rencana KAI," ungkap Zakaria terpisah.

Zakaria mengungkapkan, khusus di wilayahnya yakni RW 07 Kelurahan Sukoharjo, setidaknya 180 KK yang akan terdampak. Mereka selama ini tinggal di RT09 dan sudah lama.

"Di RW07 yang terdampak sekitar 180 KK. Itu warga yang tinggal di RT09. Mereka sudah lama tinggal sejak nenek moyang hampir satu abad," pungkasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini