Share

Diduga Peras SMKN 1 Sukabumi, 3 Oknum Wartawan Ditangkap Polisi

Dharmawan Hadi, iNews · Kamis 23 Juni 2022 14:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 23 525 2616793 diduga-peras-smkn-1-sukabumi-3-oknum-wartawan-ditangkap-polisi-doy3otnKJy.jpg Polisi menangkap oknum wartawan yang diduga melakukan pemerasan (Foto: Dharmawan Hadi)

SUKABUMI - Tiga oknum wartawan di Sukabumi, Jawa Barat ditangkap polisi. Mereka diduga melakukan pemerasan kepada pihak (SMKN) 1 Kota Sukabumi dengan modus mengonfirmasi penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Ketiganya ditangkap polisi setelah menerima laporan dari pihak SMKN 1 Sukabumi. Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sukabumi Kota pun mengamankan 3 orang berinisial DR, MN dan ER.

BACA JUGA:Mengaku Makelar, Mobil Wartawan di Medan Dibawa Kabur 

Menurut Kepala Sekolah SMKN 1 Kota Sukabumi, Juanda, kejadian berawal dari pihak sekolah yang menerima surat dua lembar dari media presisi hukum, yang isinya meminta konfirmasi terkait dengan penggunaan dana BOS.

"Kejadiannya kemarin, Rabu (22/6/2022) pagi, kebetulan saya rapat dari jam 08.00 WIB sampai jam 10.00 WIB baru selesai, mereka datang dari pagi dan menunggu dan banyak ngobrol di ruang komite," ujar Juanda kepada MNC Portal Indonesia, Kamis (23/6/2022).

BACA JUGA:Keroyok Wartawan, Anak dan Mertua di Sukabumi Ditangkap 

Setelah selesai rapat, lanjut Juanda, 3 orang yang mengaku dari 3 media yang berbeda itu langsung mengikutinya ke ruangan. Ia terima oknum wartawan itu dengan baik, sopan santun sebagaimana terima tamu biasanya.

"Saya memperkenalkan bahwa diri sebagai kepala sekolah di SMK 1, namun sebaliknya mereka dan tidak menyebutkan nama hanya mengaku sebagai wartawan. Setelah duduk, ngobrol hal lain sebentar, mereka langsung konfirmasi terkait surat yang pernah dikirimnya satu bulan yang lalu," ujar Juanda.

Lebih lanjut, Juanda mengatakan bahwa ia juga menghadirkan bendahara sekolah untuk menjelaskan secara rinci penggunaan dana BOS tersebut kepada ketiga oknum wartawan tersebut.

"'Bendahara yang menjelaskan terkait penggunaan dana bos tersebut, memang di situ dia konfirmasi kok ada dana segitu, dan mencatat koreksi ketidaksesuaian apa yang dibicarakan," ujar Juanda.

Juanda menambahkan, dalam perdebatan itu ada salah satu di antara 3 orang yang mengaku wartawan itu membentak dirinya dikarenakan menurut mereka jawaban dari pihak sekolah tidak memuaskan.

"Saya lawan, saya bentak juga dia, sambil saya mengeluarkan data untuk menunjukkan bahwa ini BOS, komite, ini BOPD," ujar Juanda.

Lalu, mereka meminta kepada pihak sekolah untuk memberitakan terkait profil SMKN 1 Sukabumi. Namun, mereka meminta sejumlah uang tarif untuk 3 media.

"Jawab saya silakan selama berita itu maslahat dan manfaat bagi saudara silakan. Oke saya bilang, lalu dia mengeluarkan tarif dari angka Rp17,5 juta, Rp15 juta, Rp12 juta, Rp10 juta sampai Rp5 juta, karena kami tidak punya uang dan anggaran publikasi ada di komite silakan dengan komite," ungkapnya.

Setelah itu ketiga orang yang mengaku wartawan itu menghampiri pihak komite sekolah dan ada indikasi pemaksaan. Maka pihak komite sekolah dan memberikan sejumlah uang Rp5 juta.

"Pada saat dia tawar menawar dengan pihak komite, saya lapor ke Polres. Akhirnya pihak Polres datang dan menangkapnya di jalan, saya tahu juga tentang teman-teman media, aturannya seperti apa. Maka saya anggap itu ada indikasi pemerasan," ujar Juanda.

Sementara itu, Kanit Unit I Jatanras, Ipda Budi Bahtiar membenarkan adanya penangkapan ketiga oknum wartawan tersebut. Pihaknya sedang melakukan pemeriksaan terhadap kasus dugaan pemerasan tersebut.

"Saat ini, sedang melakukan penyelidikan dan barang bukti yang berhasil diamankan uang sejumlah Rp5 juta," ujar Budi.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini