KYIV - Kepala mata-mata militer Ukraina Kyrylo Budanov pada Sabtu (25/6/2022) mengatakan Ukraina akan mempertahankan front timurnya dari tempat yang lebih tinggi di kota Lysychansk setelah menarik diri dari serangan Rusia di kota kembarnya dan Kyiv akan mencoba menstabilkan situasi.
Dia mengatakan kepada Reuters, Rusia telah menambah pasukan dengan cadangan sebagai bagian dari mobilisasi rahasia dan tidak ada gunanya berharap Moskow akan kehabisan pasukan dalam perang ini.
Kepala Direktorat Intelijen Utama Kementerian Pertahanan yang berusia 36 tahun ini berbicara dalam sebuah wawancara langka di Kyiv beberapa jam sebelum Rusia mengklaim kendali penuh atas kota Sievierodonetsk ketika pasukan Ukraina telah dibombardir selama berminggu-minggu.
“Rusia menggunakan taktik yang digunakan di Mariupol yakni menghapus kota dari muka bumi. Mengingat kondisinya, menahan pertahanan di reruntuhan dan lapangan terbuka tidak mungkin lagi. Jadi pasukan Ukraina berangkat ke tempat yang lebih tinggi untuk melanjutkan pertempuran. operasi pertahanan," terangnya.
Baca juga:Terbang ke Eropa, Biden Jaga Sekutu Tetap Bersatu Lawan Rusia
Satu-satunya jalan menuju kemenangan bagi Ukraina, katanya, adalah melalui kekuatan militer semata untuk merebut kembali semua wilayahnya.
"Strateginya sangat sederhana. Stabilkan situasi. Terima jumlah peralatan yang dibutuhkan dan siapkan jumlah pasukan dan sarana yang diperlukan untuk memulai serangan balasan untuk mengembalikan semua wilayah kami," lanjutnya.