Share

Jelang KTT NATO, Ribuan Orang Gelar Aksi Protes di Madrid

Susi Susanti, Okezone · Senin 27 Juni 2022 16:26 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 27 18 2619093 jelang-ktt-nato-ribuan-orang-gelar-aksi-protes-di-madrid-D0rMeZWwWM.jpg Ribuan orang demonstrasi menentang KTT NATO (Foto: Reuters)

MADRID - Dengan membawa bendera palu arit bekas Uni Soviet, ribuan orang pada Minggu (26/6/2022) berdemonstrasi di jalan-jalan ibu kota Madrid menentang KTT NATO yang akan berlangsung pekan ini.

Di tengah keamanan yang ketat, para pemimpin negara-negara anggota NATO akan bertemu di Madrid pada 29-30 Juni mendatang seiring munculnya tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya, yaitu invasi Rusia ke Ukraina.

Para demonstran bernyanyi sambil mengkritisi peningkatan pengeluaran pertahanan Eropa yang didesak NATO sebagai ancaman bagi perdamaian.

Baca juga: NATO Diperkirakan Akan Putuskan Penempatan Tentara Secara Besar-besaran Lawan Rusia sejak Perang Dingin

“Saya muak dengan bisnis senjata dan pembunuhan orang. Solusi yang mereka usulkan adalah lebih banyak senjata dan perang, dan kita yang selalu membayarnya. Jadi katakan 'tidak' pada NATO, pada pangkalan militer, biarkan Amerika yang bergerak dan membiarkan kita tanpa perang dan senjata,” ujar Concha Hoyos, seorang pensiunan warga kota Madrid, dikutip VOA.

Baca juga: Beijing Desak NATO untuk Berhenti Besar-besarkan "Teori Ancaman China"

Demonstran lain, Jaled, 29, mengatakan NATO bukan solusi untuk perang di Ukraina.

Pihak penyelenggara mengklaim ada 5.000 orang yang ikut berdemonstrasi, tetapi pihak berwenang di Madrid mengatakan jumlah demonstran hanya 2.200 orang.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares, dalam sebuah wawancara suratkabar yang diterbitkan pada Minggu (26/6/2022), mengatakan KTT itu juga akan memusatkan perhatian pada ancaman dari sisi selatan Eropa di Afrika, di mana ia mengatakan Rusia merupakan ancaman bagi Eropa.

“Jamuan makan malam para Menteri Luar Negeri pada tanggal 29 Juni akan dipusatkan di sisi selatan,” ujarnya pada suratkabar El Pais.

Seperti diketahui, NATO diperkirakan akan mempertimbangkan permohonan Finlandia dan Swedia untuk bergabung dalam aliansi ini. Permohonan ini telah ditentang oleh Turki.

Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut perang itu sebagai operasi militer khusus yang menurutnya sebagian untuk menanggapi perluasan NATO ke negara-negara lain di dekat perbatasan Rusia pasca Sovyet, sejak 1990an.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini