Share

103 Orang Terjaring Razia Pemeriksaan di 1.543 Tempat Hiburan Malam Singapura

Susi Susanti, Okezone · Selasa 28 Juni 2022 16:09 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 28 18 2619777 103-orang-terjaring-razia-pemeriksaan-di-1-543-tempat-hiburan-malam-singapura-rsylYtS18A.jpg 103 orang terjaring razia pemeriksaan di 1.543 tempat hiburan malam di Singapura (Foto: Kepolisian Singapura)

SINGAPURA - Sebanyak 103 orang ditangkap setelah pemeriksaan di seluruh pulau di 1.543 tempat hiburan publik dan kehidupan malam di Singapura.

Polisi mengatakan pada Senin (27/6/2022), operasi penegakan dilakukan antara 19 April dan 14 Juni tahun ini sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk memastikan dimulainya kembali bisnis kehidupan malam dengan aman di Singapura.

Pengecekan dilakukan bersama dengan Singapore Tourism Board, Urban Redevelopment Authority, Enterprise Singapore, Singapore Food Agency, Singapore Land Authority, Sentosa Development Corporation dan JTC Corporation.

Polisi menangkap 71 pria dan 32 wanita, berusia antara 16 dan 53 tahun, karena berbagai pelanggaran seperti menjadi anggota masyarakat yang melanggar hukum, memiliki senjata ofensif di tempat umum, menyebabkan gangguan saat mabuk dan bekerja tanpa izin kerja yang sah.

Baca juga: Pria Ini Dihukum Penjara 45 Tahun Usai Pelecehan Seksual Terhadap 8 Anak dan 80 Dakwaan Pelanggaran Seks

Dua puluh tujuh dari wanita ini ditangkap di bawah Undang-Undang Ketenagakerjaan Tenaga Kerja Asing karena konon bekerja di tempat hiburan malam sebagai nyonya rumah lepas dengan menyediakan persahabatan dan minum dengan pelanggan tanpa izin kerja yang sah.

Polisi mengatakan para wanita itu berkebangsaan Thailand, China dan Vietnam.

Baca juga: Buka saat Ramadan, Puluhan Tempat Hiburan Malam di Bekasi Disegel

Empat puluh delapan outlet hiburan publik dan kehidupan malam berlisensi dan tidak berlisensi ditemukan telah melakukan berbagai pelanggaran.

Tujuh gerai diantaranya ditemukan melanggar aturan Covid-19. Di antara pelanggaran tersebut adalah gagal meminimalkan interaksi fisik antara pelanggan dan anggota staf, serta gagal menerapkan sistem pemeriksaan untuk langkah-langkah manajemen aman yang dibedakan dengan vaksinasi.

Beberapa gerai tersebut juga tidak memastikan pelanggan tetap menggunakan masker selama berada di dalam ruangan.

Empat perintah penutupan dan enam denda komposisi masing-masing sebesar 1.000 dolar Singapura juga dikeluarkan kepada operator karena melanggar langkah-langkah manajemen yang aman.

Selama pemeriksaan pada 24 April lalu, sebuah outlet yang terletak di pusat perbelanjaan di sepanjang Outram Road ditemukan telah mengizinkan sekelompok 11 pelanggan yang membuka kedok untuk berkumpul di dalam lokasinya.

Karena operator telah gagal untuk memastikan bahwa ukuran kelompok pelanggan yang membuka kedok tidak melebihi batas 10 yang berlaku, maka dikeluarkan dengan perintah penutupan 10 hari dan didenda 1.000 dolar Singapura (Rp10,7 juta).

Pemeriksaan terpisah di ruko di sepanjang Jalan Besar pada 14 Mei lalu menemukan gerai yang dilengkapi lima kamar pribadi. Kamar dilengkapi dengan sistem karaoke, speaker, mikrofon dan televisi.

"Pelanggan konon diizinkan untuk bernyanyi karaoke di kamar-kamar ini meskipun operatornya tidak memiliki izin hiburan umum yang sah," kata polisi, seraya menambahkan bahwa operator sedang diselidiki.

Pelanggaran memberikan hiburan publik tanpa izin yang sah dapat dikenakan denda hingga 20.000 dolar Singapura (Rp214 juta).

Untuk ketidakpatuhan terhadap langkah-langkah menjaga jarak yang aman di bawah Covid-19 (Tindakan Sementara) (Pembukaan Kembali – Perintah Kontrol) 2022, individu dan operator yang dinyatakan bersalah dapat dipenjara hingga enam bulan, didenda hingga 10.000 dolar Singapura (Rp107 juta), atau keduanya.

"Polisi dan instansi akan terus melakukan operasi penertiban di tempat-tempat hiburan publik untuk menekan kegiatan terlarang," kata polisi.

Polisi menambahkan bahwa anggota masyarakat dan bisnis harus tetap waspada dan terus mengambil langkah-langkah manajemen aman yang berlaku dengan serius.

"Polisi tidak memiliki toleransi untuk perilaku tidak bertanggung jawab yang berkaitan dengan pelanggaran tindakan ini, dan pelanggar akan ditindak tegas sesuai dengan hukum," tambah mereka.

Semua bisnis kehidupan malam, termasuk klub malam dan diskotek, diizinkan untuk dibuka kembali sepenuhnya mulai 19 April dengan Singapura semakin melonggarkan pembatasan Covid-19 pada 26 April lalu, dengan batas ukuran grup dihapus dan jarak aman tidak lagi diperlukan.

Tempat hiburan malam dengan tarian di antara pengunjung tidak lagi dikenai batasan kapasitas mulai 14 Juni. Pelanggan juga tidak lagi diharuskan untuk mendapatkan hasil antigen rapid test (ART) negatif untuk memasuki tempat tersebut.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini