Share

4 Langkah Indonesia Dukung Perdamaian Dunia, Pelopori Gerakan Non-Blok hingga Aktif di PBB

Diana Purnamasari, Okezone · Rabu 29 Juni 2022 17:16 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 29 18 2620542 4-langkah-indonesia-dukung-perdamaian-dunia-pelopori-gerakan-non-blok-hingga-aktif-di-pbb-uMTRjzogUS.jpeg Presiden Jokowi melakukan kunjungan ke Ukraina dan Rusia untuk upaya menghentikan konflik antara kedua negara. (Foto: Biro Pers Setpres)

JAKARTA - Indonesia sejak dahulu aktif menjaga perdamaian dunia. Berbagai kontribusi positif juga telah dilakukan Indonesia sebagai anggota PBB.

Berikut ini adalah beberapa upaya Indonesia sebagai bagian dari PBB dalam menjaga perdamaian dunia, seperti dikutip dari Koran Sindo.

BACA JUGA: PBB Sebut Kinerja Pasukan Garuda Terbaik di Afrika Tengah

1. Mengirimkan Pasukan Garuda

Indonesia diketahui sudah sejak lama mengirimkan kontingen Garuda untuk turut serta dalam perdamaian dunia. Pasukan Garuda mengembang misi perdamaian PBB di beberapa negara yang sedang mengalami konflik.

BACA JUGA: Jokowi Jadi Kepala Negara Pertama di Asia dan Gerakan Non-Blok Kunjungi Ukraina

2. Pelopor Gerakan Non-Blok (GBN)

Gerakan Non Blok adalah organisasi dunia yang di dalamnya berisikan negara-negara yang tidak beraliansi atau berpihak kepada kekuatan besar apapun. Dengan kata lain, Gerakan Non Blok merupakan perkumpulan negara yang bersikap netral.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Mensponsori Penyelenggaraan Jakarta Informal Meeting (JIM I) bulan Juli 1988 peran Indonesia dalam PBB juga turut aktif membantu menyelesaikan konflik di Kamboja dengan mensponsori penyelenggaraan Jakarta Informal Meeting (JIM I) pada Juli 1988.

Kegiatan ini berhasil menemukan penyelesaian konflik di Kamboja yaitu penarikan pasukan Vietnam dari Kamboja. Dalam kegiatan ini juga mengupayakan pencegahan rezim Pol Pot yang sudah banyak membantai rakyat Kamboja.

3. Menjadi Anggota Dewan HAM

Selain menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, Indonesia juga menjadi salah satu anggota pertama Dewan HAM dari 47 negara anggota PBB lainnya. Indonesia terpilih sebagai anggota Dewan HAM pada tahun 2006, kemudian terpilih lagi untuk periode 2007 2010 melalui dukungan 165 suara negara anggota PBB.

4. Menjadi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB

Indonesia terpilih menjadi anggota tidak tetap DK sebanyak empat kali. Periode pertama pada 1974-1975. Periode kedua tahun 1995 1996. Dan periode ketiga pada tahun 2007-2009. Periode keempat pada 1 Januari 2019 hingga 31 Desember 2020.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini