Share

PBB: 106 Pembunuhan Terjadi di Kamp Suriah Sejak Januari 2021, Paling Banyak Korban Wanita

Susi Susanti, Okezone · Kamis 30 Juni 2022 15:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 30 18 2621143 pbb-106-pembunuhan-terjadi-di-kamp-suriah-sejak-januari-2021-paling-banyak-korban-wanita-kLAtlkv0Pk.jpg Lebuh dari 100 pembunuhan terjadi di kamp Suriah (Foto: VOA)

NEW YORKPerserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa (28/6/2022, mengatakan bahwa lebih dari 100 orang, sebagian besar di antaranya adalah perempuan, telah dibunuh di kamp Suriah hanya dalam kurun waktu 18 bulan. Badan dunia itu menuntut negara-negara agar memulangkan warganya.

Imran Riza, residen koordinator PBB untuk Suriah mengatakan situasi di Kamp Al-Hol semakin tidak aman, dan tahanan anak-anak dikutuk untuk hidup tanpa masa depan.

Al-Hol, yang terletak di wilayah timur laut Suriah yang dikuasai Kurdi, dimaksudkan sebagai fasilitas penahanan sementara. Namun, kamp tersebut masih menampung sekitar 56.000 orang, umumnya warga Suriah dan Irak. Sebagian dari mereka tetap berhubungan dengan kelompok ISIS, yang merebut wilayah luas di Irak dan Suriah pada 2014. Sisanya adalah warga negara lain, termasuk anak-anak dan kerabat lain dari pejuang ISIS.

Baca juga: Serangan Roket AS Tewaskan Pimpinan Kelompok Terkait Al Qaeda di Suriah

Dia mengatakan kepada wartawan di Jenewa bahwa sekitar 94 persen dari tahanan adalah perempuan dan anak-anak. Dia diketahui beberapa kali mengunjungi Al-Hol.

Baca juga: PBB: Kita Tidak Boleh Menyerah untuk Orang-Orang Suriah

"Ini adalah tempat yang sangat ‘keras’, dan menjadi tempat yang semakin tidak aman," imbuhnya, dikutip VOA.

“Terjadi sekitar 106 pembunuhan sejak Januari tahun lalu di kamp itu, dan banyak korbannya adalah perempuan. Ada banyak kekerasan berbasis gender. Ada banyak area terlarang,” lanjutnya.

Riza mengatakan terdapat sekitar 27.000 tahanan Irak, sekitar 18.000-19.000 warga Suriah dan sisanya sekitar 12.000 warga negara ketiga.

Syrian Observatory for Human Rights, organisasi HAM yang berbasis di Inggris mengatakan kekerasan telah meningkat di kamp tersebut. Pembunuhan kembali terjadi pada Selasa (28/6), yang merupakan insiden serupa ketujuh yang terjadi sejak 11 Juni.

Organisasi itu mengatakan dari 24 orang yang terbunuh di dalam kamp itu pada tahun ini, 16 di antaranya adalah perempuan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini