Share

Jadi Korban Perang, PBB Catat 266.000 Pelanggaran Terhadap Anak-Anak dalam Konflik Bersenjata 2005-2020

Susi Susanti, Okezone · Kamis 30 Juni 2022 15:40 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 30 18 2621152 jadi-korban-perang-pbb-catat-266-000-pelanggaran-terhadap-anak-anak-dalam-konflik-bersenjata-2005-2020-BqIesWVEI1.jpg Anak-anak menjadi korban perang di berbagai negara (Foto: AP)

JENEWA - Dana Anak-anak Sedunia PBB (UNICEF) mengatakan, lebih dari 266.000 pelanggaran dilakukan terhadap anak-anak dalam konflik bersenjata antara 2005 hingga 2020.

Sebuah analisis terhadap lebih dari 30 konflik di Afrika, Asia, Timur Tengah dan Amerika Latin mendapati, anak-anak terus menderita akibat perang dan dipaksa menanggung apa yang disebutnya sebagai kengerian yang tak terhingga.

Penulis laporan tentang masalah itu mengatakan, angka dalam laporan tersebut hanya mewakili sebagian kecil dari pelanggaran yang diyakini terjadi dan tidak mencerminkan besarnya kejahatan yang dilakukan terhadap anak-anak yang terperangkap dalam konflik.

 Baca juga; UNICEF: 15 Bocah Tenggelam dan 3,5 Juta Anak Butuh Air Bersih Akibat Banjir Bandang Bangladesh

Penasihat senior UNICEF untuk Perlindungan Anak dalam Keadaan Darurat, Tasha Gill mengatakan, anak-anak adalah korban dari rata-rata 71 pelanggaran berat yang diverifikasi setiap hari. Ia menambahkan, laporan itu mencatat pembunuhan dan pencederaan lebih dari 104.000 anak dalam konflik.

Baca juga: UNICEF Peringatkan Bencana Malnutrisi Anak Akibat Harga Pangan Naik Imbas Perang Rusia-Ukraina

“Antara tahun 2016 hingga 2020, 82 persen dari semua korban anak yang diverifikasi terjadi hanya di lima negara: Afghanistan, Israel dan Palestina, Suriah, Yaman, dan Somalia. Juga penting untuk dicatat, banyak anak mengalami lebih dari satu pelanggaran, sehingga meningkatkan kerentanan mereka,” ujarnya, dikutip VOA.

Laporan itu telah memverifikasi setidaknya 25.700 penculikan anak dilakukan oleh pihak-pihak yang terlibat dalam konflik dan lebih dari 93.000 anak direkrut sebagai tentara oleh semua pihak yang terlibat konflik. Selain itu, mereka diperkosa, dinikahkan secara paksa, dengan sedikitnya 14.200 anak juga menjadi sasaran bentuk-bentuk kekerasan seksual lainnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini