Share

UNICEF Peringatkan Bencana Malnutrisi Anak Akibat Harga Pangan Naik Imbas Perang Rusia-Ukraina

Antara, · Selasa 17 Mei 2022 18:31 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 17 18 2595644 unicef-peringatkan-bencana-malnutrisi-anak-akibat-harga-pangan-naik-imbas-perang-rusia-ukraina-LZAue5OlCk.jpg Kasus malnutrisi pada anak (Foto: Reuters)

LONDON - Menurut Dana AnakAnak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) biaya pengobatan untuk menyelamatkan jiwa anak-anak yang mengalami kekurangan gizi paling parah (malnutrisi) akan melonjak hingga 16 persen akibat invasi Rusia ke Ukraina dan gangguan pandemi Covid-19.

UNICEF menyatakan bahan mentah untuk makanan terapeutik siap saji telah melonjak harganya di tengah krisis pangan global yang dipicu oleh perang dan pandemi.

Menurut UNICEF, tanpa pendanaan lebih lanjut dalam enam bulan ke depan, lebih dari 600.000 anak-anak mungkin kehilangan asupan gizi penting, yang berupa pasta berenergi tinggi yang terbuat dari berbagai bahan, termasuk kacang tanah, minyak, gula, dan nutrisi tambahan.

Baca juga: Penyebab Utama Stunting, Malnutrisi dan Kebutuhan Gizi Anak yang Meningkat

"Dunia dengan cepat menjadi sebuah kotak virtual dengan peningkatan pesat pada kematian anak serta penderitaan yang dialami anak yang sebenarnya dapat dicegah," kata Direktur Eksekutif UNICEF Catherine Russell.

Baca juga: Lumpuh dan Malnutrisi, Anak 7 Tahun Berat Badan 7 Kg Hanya Meringkuk di Ranjang RS

“Bahkan sebelum perang (di Ukraina) dan pandemi, dua dari tiga anak yang mengalami malnutrisi tidak memiliki akses ke makanan terapeutik yang dibutuhkan untuk menyelamatkan hidup mereka,” terangnya.

Namun, UNICEF tidak memerinci berapa banyak peningkatan pengeluaran yang diperlukan untuk mempertahankan program pemberian asupan untuk anak-anak malnutrisi.

Badan PBB itu mengatakan bahwa sekotak nutrisi khusus yang berisi 150 paket, yang cukup untuk enam hingga delapan minggu untuk merawat anak yang kekurangan gizi parah, rata-rata berharga sekitar USD41 (sekitar Rp600.000).

UNICEF memperingatkan dalam sebuah pernyataan, Selain tekanan yang lebih luas pada ketahanan pangan, perubahan iklim dan kenaikan harga juga dapat menyebabkan tingkat kekurangan gizi parah pada anak-anak yang mengarah kepada "bencana".

UNICEF mengatakan kasus parah yang ada yaitu ketika anak-anak terlalu kurus untuk tinggi badan mereka, berdampak pada 13,6 juta anak di bawah usia 5 tahun, dan mengakibatkan satu dari lima kematian di antara kelompok usia itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini