Share

Kemlu RI Temukan Ketidaksesuaian Jumlah WNI Meninggal di Tahanan Imigrasi Malaysia

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 30 Juni 2022 16:13 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 30 18 2621192 kemlu-ri-temukan-ketidaksesuaian-jumlah-wni-meninggal-di-tahanan-imigrasi-malaysia-BC27FHYvMA.jpg Foto: Antara.

JAKARTA – Laporan Koalisi Buruh Migran Berdaulat (KBMB) yang dirilis pekan ini mengungkap perlakuan dan kondisi buruk yang diterima warga negara Indonesia (WNI) di pusat tahanan imigrasi di Sabah, Malaysia. Bahkan disebutkan terdapat 18 WNI meninggal dunia dalam tahanan di Depot Tahanan Imigresen (DTI) Sabah tersebut sejak 2021.

BACA JUGA: Kondisi Seperti Neraka, Belasan WNI Meninggal di Tahanan Imigrasi Malaysia

Menyusul laporan tersebut, Kementerian Luar Negeri RI (Kemlu RI) mengambil langkah tindak lanjut dengan menghubungi KBMB untuk memperoleh data rinci WNI/PMI yang dinyatakan meninggal di DTI dan melakukan pertemuan dengan perwakilan RI di Kota Kinabalu dan Tawau untuk melakukan pemeriksaan silang.

Hasilnya, ditemukan ketidaksesuaian antara data laporan KBMB dengan informasi yang didapat dari perwakilan RI terkait jumlah WNI yang meninggal di DTI Sabah.

“Informasi yang kita dapatkan dari hasil pertemuan tersebut, jumlah WNI yang meninggal karena berbagai hal di tempat detensi dari tahun 2021 hingga 2022 itu 15 orang,” jelas Juru Bicara Kemlu RI Teuku Faizasyah pada pengarahan pers, Kamis (30/6/2022).

BACA JUGA: Kemlu RI Tindaklanjuti Laporan Kematian WNI dan Kondisi Pusat Tahanan Imigrasi Malaysia

Faizasyah mengatakan, terlepas dari ketidaksesuaian jumlah itu, meninggalnya WNI di DTI tetap menjadi perhatian serius pemerintah.

Dia mencatat selama kurun waktu 2021 hingga 2022 memang ada kendala memulangkan para WNI yang ditahan di DTI Malaysia ke Indonesia karena pandemi Covid-19.

Dalam pertemuan dengan pihak imigrasi Malaysia, Kemlu RI telah menekankan harapannya agar penanganan terhadap WNI yang ditahan, karena berbagai permasalahan, di DTI bisa lebih baik lagi.

“Dari pertemuan yang sudah dilakukan antara pejabat kita dengan pihak imigrasi, kita telah menggarisbawahi agar tempat detensi memperhatikan segala sesuatu yang menyangkut kesehatan dan keselamatan, tidak hanya WNI, karena tempat detensi itu terdapat warga negara berbagai nasionalitas lainnya,” terangnya.

Sementara itu Duta Besar RI untuk Malaysia Hermono berencana datang ke Sabah untuk membahas laporan KBMB. Diharapkan kunjungan tersebut akan dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif mengenai masalah ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini