Share

Cuaca Ekstrem di NTT, 2 Warga Tewas dan 1 Hilang

Dimas Choirul, MNC Media · Senin 04 Juli 2022 13:42 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 04 340 2623216 cuaca-ekstrem-di-ntt-2-warga-tewas-dan-1-hilang-dIgvwxi01N.jpg Cuaca ekstrem di NTT (Foto: BNPB/Dimas Choirul)

JAKARTA – Cuaca ekstrem melanda wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis 29 Juni 2022 pukul 23.00 WITA. Kejadian ini mengakibatkan dua warga meninggal dunia dan satu warga hilang.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Timor Tengah Selatan melaporkan wilayah yang dilanda angin kencang, banjir dan tanah longsor tersebut terjadi Desa Toineke di Kecamatan Kualin.

BACA JUGA:Cuaca Buruk di Selat Bali, Mobil di Kapal Bergelimpangan 

Hasil pendataan sementara mencatat 100 rumah terdampak, enam rumah rusak berat, satu unit sekolah rusak berat dan lahan pertanian warga. Ketinggian debit air pada saat terjadi banjir berkisar antara 150 sentimeter. Para warga terdampak memilih untuk mengungsi kerumah kerabat terdekat.

"Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Tni-Polri, Basarnas, Pemerintah Daerah, Relawan dan Masyarakat bekerja sama untuk melakukan manajemen darurat berupa pendataan dan pemantauan," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangannya, Senin (4/7/2022).

Abdul mengatakan, upaya evakuasi dan pencarian terhadap korban hilang juga terus dilakukan di sekitar aliran sungai. Sementara itu, upaya perbaikan jalan dan jembatan yang rusak pascalongsor juga tengah diinisiasi untuk memudahkan lalu lintas para warga.

"Hasil pemantauan di lapangan, banjir sudah mulai berangsur surut di beberapa titik dan menyisakan lumpur," katanya.

BACA JUGA:BMKG : Abrasi di Pantai Amurang Minahasa Selatan Bukan Disebabkan Cuaca Ekstrem atau Gempa 

Baca Juga: Wujudkan Indonesia Sehat 2025, Lifebuoy dan Halodoc Berkolaborasi Berikan Akses Layanan Kesehatan Gratis

Sebagai respons cepat, pemerintah daerah setempat telah menetapkan status tanggap darurat hingga 14 hari ke depan. Hal ini diambil guna memberikan percepatan penanganan darurat terhadap warga terdampak.

Merujuk peringatan dini yang dikeluarkan BMKG pada 3 Juli waspada potensi hujan sedang yang dapat disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat di wilayah Manggarai, Ende, Alor, Sumba Barat Daya, Sumba Barat dan Sumba Timur dan waspada potensi angin kencang di wilayah Pulau Flores bagian Barat, Pulau Timor, Pulau Rote, Pulau Sabu, dan Pulau Sumba bagian timur.

Oleh karena itu, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap potensi bahaya hidrometeorologi.

"Masyarakat di sepanjang daerah aliran sungai dan daerah dengan kelerengan curam agar waspada dan evakuasi sementara secara mandiri jika terjadi hujan menerus dengan intensitas tinggi dan durasi lebih dari satu jam," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini