Share

Mantan PM Jepang Shinzo Abe Alami Luka Tembak Serius, Pelaku Diduga Mantan Anggota Militer

Natalia Bulan, Okezone · Jum'at 08 Juli 2022 13:56 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 08 18 2625994 mantan-pm-jepang-shinzo-abe-alami-luka-tembak-serius-pelaku-diduga-mantan-anggota-militer-eP9oDv7rdN.jpg Kondisi Shinzo Abe sebelum ditembak/Reuters

JEPANG - Shinzo Abe, dilarikan ke rumah sakit dan dalam "kondisi yang sangat parah". Informasi itu dikatakan Perdana Menteri Jepang, Fumio Kishida, beberapa saat setelah pendahulunya itu ditembak di Kota Nara, Jumat (08/07).

"Saat ini dokter sedang melakukan semua yang mereka bisa," ujar Kishida kepada wartawan di kediaman resminya di Tokyo. Setelah penembakan ini, dia bergegas kembali ke ibu kota dari Yamagata, tempat dia berkampanye.

"Saat ini, saya berharap dan berdoa agar mantan Perdana Menteri Abe bisa selamat dari situasi ini," tuturnya.

Kishida mengutuk penembakan terhadap Abe dengan "kata-kata yang paling keras", bahwa penembakan itu merupakan tindakan "barbar dan jahat" serta "tidak dapat diterima".

Setelah penembakan Abe, Kishida memerintahkan menteri untuk kembali ke Tokyo. Lebih dari itu, dia memastikan pemilihan umum untuk mengisi posisi anggota Majelis Tinggi Jepang tetap akan bergulir pada 10 Juli mendatang.

"Pemilu sedang berlangsung. Ini adalah dasar dari demokrasi tapi kemudian insiden seperti itu terjadi," kata Kishida.

"Ini biadab dan jahat dan tidak dapat ditoleransi. Kami akan melakukan semua yang kami bisa, dan saya ingin menggunakan kata-kata paling ekstrem yang tersedia untuk mengutuk tindakan ini," ucapnya.

Baca Juga: Aksi Nyata 50 Tahun Hidupkan Inspirasi, Indomie Fasilitasi Perbaikan Sekolah untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

Apa yang terjadi pada Abe?

Mantan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, kehilangan kesadaran setelah ditembak di sebuah acara di kota Nara.

Abe ditembak dua kali, dengan tembakan kedua mengenai punggungnya. Tembakan ini menyebabkan dia jatuh ke tanah.

Sejumlah laporan media massa menyebut orang yang menembaknya telah ditangkap kepolisian. Pelaku merupakan laki-laki berusia 40-an tahun bernama Yamagami Tetsuya, menurut laporan media lokal, NHK.

Merujuk beberapa kantor berita di Jepang, pelaku penembakan pernah menjadi anggota Pasukan Pertahanan Maritim Jepang, sebutan untuk angkatan laut negara itu.

Mantan Gubernur Tokyo, Yoichi Masuzoe, berkata bahwa Abe dalam keadaan henti jantung. Istilah ini sering digunakan sebelum kematian secara resmi dikonfirmasi di Jepang.

Berbagai video yang beredar di media sosial, yang saat ini belum bisa diverifikasi, menunjukkan paramedis berkerumun di sekitar Abe yang tergeletak di tengah jalan. Abe telah dilarikan ke rumah sakit.

Saat ditembak, Abe sedang memberikan pidato untuk seorang kandidat pejabat lokal di Nara.

Kronologi

Beberapa saksi mata berkata melihat seorang pria melepaskan tembakan senjata api dari belakang Abe, menurut koresponden BBC di Jepang, Rupert Wingfield-Hayes.

Tembakan pertama tampaknya meleset tidak mengenai Abe. Namun tembakan kedua mengenai punggung Abe dan membuatnya jatuh ke tanah serta mengeluarkan darah.

Aparat keamanan kemudian menahan pelaku penembakan yang tidak berusaha melarikan diri.

Abe, yang merupakan perdana menteri terlama di Jepang, mengundurkan diri pada tahun 2020 dengan alasan kesehatan. Abe kemudian mengungkapkan bahwa dia menderita penyakit usus kolitis ulseratif kambuhan.

Setelah mundur, Abe digantikan oleh sekutu dekatnya Yoshihide Suga, yang kemudian digantikan oleh Fumio Kishida.

Insiden kekerasan senjata jarang terjadi di Jepang, negara yang melarang kepemilikan senjata api. Insiden kekerasan politik pun hampir tidak pernah terdengar.

Pada tahun 2014, hanya ada enam insiden kematian senjata di Jepang, dibandingkan dengan 33.599 kasus di Amerika Serikat.

Setiap orang harus menjalani pemeriksaan ketat dan tes kesehatan mental saat hendak membeli senjata api. Yang diperbolehkan pun hanya senapan gentel dan senapan angin.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini