Share

Pekerja Migran yang Diperdagangkan ke Kamboja Kerap Disetrum dan Dihukum Denda

Tim Okezone, Okezone · Jum'at 08 Juli 2022 20:36 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 08 340 2626329 pekerja-migran-yang-diperdagangkan-ke-kamboja-kerap-disetrum-dan-dihukum-denda-2ujrLsBvKI.jpg Tiga tersangka yang berhasil diamankan polisi/ Foto: Polisi

BATAM - Kepolisian berhasil menangkap tiga orang pelaku Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kota Batam. Ketiga pelaku ini berinisial JE, F dan H. Ketiganya merupakan perekrut dan pengurus keberangkatan 9 Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Kamboja.

 BACA JUGA:Semangat Kolaborasi, MNC Peduli Bersama Partai Perindo Salurkan Hewan Kurban Lewat Institusi Kepolisian

Dirreskrimum Polda Kepri Kombes Pol Jefri Siagian mengatakan penangkapan 3 pelaku TPPO ini berawal dari adanya surat yang diterima Ditreskrimum Polda Kepri dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh pada, 30 Juni 2022.

Dia pun menjelaskan ke-9 PMI ini dijanjikan pekerjaan di sebuah perusahaan besar menjadi marketing. Diupah USD 700 untuk yang tidak memiliki kemampuan bahasa dan USD 1.000 untuk yang bisa berbahasa Mandarin dan bahasa Inggris.

"Namun, setelah tiba di Kamboja 9 korban ini dipekerjakan sebagai marketing investasi bodong dan menerima tindakan kekerasan jika tidak memenuhi target," katanya.

 BACA JUGA:Kisah 5 Atlet Indonesia yang Idap Penyakit Serius

Dijelaskannya, para korban ditarget 3 orang dalam satu hari, jika tidak akan disetrum, push up, dan menerima tindakan tidak menyenangkan lainnya. Sedangkan jika mereka sakit, akan didenda USD 20 oleh pihak perusahaan.

Saat ini 9 PMI tersebut telah dipulangkan ke Kota Batam. Sedangkan 3 tersangka tersebut tengah menjalani pemeriksaan mendalam di Mapolda Kepri.

"Para tersangka ini dikenakan Pasal 4 JO Pasal 10, JO Pasal 48 Undang-Undang TPPO dengan ancaman paling singkat 3 tahun penjara dan paling lama 15 tahun penjara serta denda paling banyak Rp 500 juta," ujarnya.

Adapun, setelah melakukan pendalaman, pada 6 Juni 2022 tim berhasil menangkap JE di kediamannya yang berlokasi di Marina Park, Lubuk Baja.

"Setelah dilakukan pemeriksaan dan penggalian informasi, tim kembali berhasil menangkap satu pelaku lainnya inisial F di perumahan Permata Regency," bebernya.

 BACA JUGA:KPU: Pendaftaran Parpol Peserta Pemilu 2024 Dibuka 1-14 Agustus 2022

Selanjutnya, setelah berhasil menangkap 2 pelaku tersebut, tim mengumpulkan berbagai barang bukti dan kembali melakukan pendalaman. Setelah itu tim kembali berhasil menangkap satu pelaku lainnya berinisial H.

"Para pelaku ini melakukan perekrutan melalui media sosial Facebook," katanya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini