Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Pengungsi Palestina dari Gaza Menjadi Wali Kota di Swedia

Rahman Asmardika , Jurnalis-Sabtu, 09 Juli 2022 |01:05 WIB
Kisah Pengungsi Palestina dari Gaza Menjadi Wali Kota di Swedia
Tamam Abou Hamidan. (Foto: Middle East Monitor)
A
A
A

Dia kemudian belajar dan memperoleh gelar Master di bidang Kepemimpinan dan Organisasi dari Universitas Malmo.

Ketertarikan Tamam dalam politik bukanlah keputusan mendadak. Ini adalah hasrat lama yang lahir di lingkungan politik yang kuat di Jalur Gaza. Ketika ada kesempatan, dan waktunya tepat, pada 2015 dia bergabung dengan Partai Sosial Demokrat di kota kecil Olofstrom di Blekinge County.

Dia tidak pernah menjadi "wajah baru" partai; dia selalu melihat dirinya hanya sebagai seorang wanita Palestina yang melayani komunitas lokalnya.

Pada 2018 ia dinominasikan ke Dewan Kabupaten Blekinge dengan posisi ke-15 dalam daftar pemilih partai. Setelah pemilihan, ia memegang beberapa posisi di Komite Pendidikan dewan kota dan menjadi anggota dewan provinsi.

Tamam kemudian menjabat sebagai Wakil Ketua Komite Pendidikan Dewan Kota. Dalam peran ini, ia menerapkan banyak langkah untuk meningkatkan penyediaan pendidikan lokal.

Setelah menjabat sebagai wakil walikota di dewan kota, dia dinominasikan oleh partai untuk memimpin dewan di Olofstrom pada 2020. Akhirnya, dia menjabat menjadi wali kota.

"Melalui usaha dan kerja keras saya, saya bisa membuktikan diri," katanya. "Ketika jabatan walikota kosong, partai saya mencalonkan saya untuk posisi itu."

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement