Share

2 Transplantasi Jantung Babi Berhasil Diterima Orang yang Mati Otak, Jantung Berfungsi Normal

Susi Susanti, Okezone · Rabu 13 Juli 2022 15:11 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 13 18 2628884 2-transplantasi-jantung-babi-berhasil-diterima-orang-yang-mati-otak-jantung-berfungsi-normal-cwDfwWj768.jpg Tim ahli bedah berhasil mentransplantasikan 2 jantung babi ke orang yang mati otak (Foto: NYU Langone Health)

NEW YORK - Ahli bedah di Universitas New York (NYU) telah berhasil mentransplantasikan jantung babi yang direkayasa secara genetik ke dalam dua orang yang mati otak. Ini selangkah lebih dekat ke tujuan jangka panjang menggunakan bagian tubuh babi untuk mengatasi kekurangan organ manusia untuk transplantasi.

Pada konferensi pers yang digelar Selasa (12/7/2022), para peneliti mengatakan jantung berfungsi normal, tanpa tanda-tanda penolakan selama percobaan tiga hari pada Juni dan Juli.

Eksperimen tersebut mengikuti kematian pada Maret lalu saat seorang pria 57 tahun dengan penyakit jantung terminal yang membuat sejarah dua bulan sebelumnya di University of Maryland sebagai orang pertama yang menerima hati babi yang dimodifikasi secara genetik. Alasan mengapa hati barunya akhirnya gagal masih belum jelas.

Baca juga: Sedih, Pria Penerima Transplantasi Jantung Babi Meninggal Dunia

Para peneliti mengatakan NYU mendapatkan jantung dari babi yang direkayasa oleh Revivicor dan menyaringnya untuk virus menggunakan protokol pemantauan yang ditingkatkan.

Baca juga: Terungkap Penyebab Meninggalnya Pasien Transplantasi Jantung Babi Pertama

Jantung tidak menunjukkan bukti adanya virus babi yang disebut porcine cytomegalovirus yang terdeteksi dalam darah pria Maryland dan mungkin telah menyebabkan kematiannya.

Babi memiliki empat modifikasi genetik untuk mencegah penolakan dan pertumbuhan organ abnormal dan enam untuk membantu mencegah ketidakcocokan antara babi dan manusia.

Peneliti NYU juga mentransplantasikan ginjal babi ke dua penerima yang mati otak pada 2021.

Untuk saat ini, mereka percaya bahwa xenotransplantasi lebih aman pada pasien mati otak daripada pasien hidup dan juga lebih informatif karena biopsi dapat dilakukan lebih sering.

Dr Robert Montgomery, Direktur NYU Langone Transplant Institute, dan penerima transplantasi jantung di NYU mengatakan pengujian yang lebih sering memberikan detail yang luar biasa.

"Kami mampu secara real time untuk menangkap semua yang terjadi selama periode 72 jam itu," katanya.

Mereka mengatakan pengadaan, transportasi, operasi transplantasi, dan imunosupresi semuanya dilakukan dengan cara yang sama seperti pada transplantasi jantung manusia pada umumnya.

"Tujuan kami adalah untuk mengintegrasikan praktik yang digunakan dalam transplantasi jantung sehari-hari, hanya dengan organ bukan manusia yang akan berfungsi normal tanpa bantuan tambahan dari perangkat atau obat-obatan yang belum teruji," kata Dr Nader Moazami, Direktur bedah transplantasi jantung di NYU Langone.

Dia menjelaskan eksperimen 72 jam menghasilkan data awal, meninggalkan banyak pertanyaan yang harus dijawab sebelum memulai uji coba jantung babi ke manusia.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini