Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kunjungan ke Arab Saudi, Biden Akan Jelaskan Visi dan Strategi Keterlibatan AS di Timur Tengah

Susi Susanti , Jurnalis-Sabtu, 16 Juli 2022 |12:26 WIB
Kunjungan ke Arab Saudi, Biden Akan Jelaskan Visi dan Strategi Keterlibatan AS di Timur Tengah
Presiden AS Joe Biden melakukan kunjungan ke Arab Saudi (Foto: Reuters)
A
A
A

JEDDAH - Presiden Amerika Serikat (AS) AS Joe Biden bertemu dengan para pemimpin Arab di Arab Saudi pada Sabtu (16/7/2022) untuk berusaha membujuk sekutu Teluk Washington untuk memompa lebih banyak minyak. Selain itu, Biden berharap kunjungannya ini bisa mengintegrasikan Israel di kawasan itu sebagai bagian dari poros baru yang sebagian besar didorong oleh keprihatinan bersama atas Iran.

Dikutip Reuters, Biden, pada perjalanan kedua dari perjalanan Timur Tengah pertamanya sebagai Presiden, fokus pada pertemuan puncak yang direncanakan dengan enam negara Teluk dan Mesir, Yordania dan Irak.

Penasihat keamanan nasional AS Jake Sullivan mengatakan pada Jumat (15/7/2022), Presiden AS akan mengadakan pembicaraan bilateral dengan para pemimpin Mesir, Uni Emirat Arab dan Irak sebelum mengambil bagian dalam KTT yang lebih luas di mana ia akan memaparkan dengan jelas visi dan strateginya untuk keterlibatan AS di Timur Tengah.

Baca juga: Biden ke Arab Saudi, Sepakati 18 Perjanjian di Bidang Energi, Komunikasi hingga Ruang Angkasa

Sebelumnya, Biden telah berjanji untuk menjadikan Arab Saudi paria di panggung global atas pembunuhan 2018 jurnalis Jamal Khashoggi oleh agen Saudi. Namun akhirnya memutuskan memperbaiki hubungan AS dengan Arab Saudi, terutama terkait dalam hubungan dengan eksportir minyak utama dunia dan pembangkit tenaga listrik Arab.

Baca juga:  Biden ke Arab Saudi, Bersalaman dengan Raja Salman

Biden membutuhkan bantuan Saudi pada saat harga minyak mentah tinggi dan masalah lain yang terkait dengan konflik Rusia-Ukraina dan saat ia mendorong upaya untuk mengakhiri perang Yaman, di mana gencatan senjata sementara diberlakukan. Washington juga ingin mengekang pengaruh Iran di kawasan dan pengaruh global China.

(Susi Susanti)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement