Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Jakarta Smart City Wujudkan Kemajuan Kota dan Kebahagiaan Warga

Agustina Wulandari , Jurnalis-Senin, 18 Juli 2022 |17:23 WIB
Jakarta Smart City Wujudkan Kemajuan Kota dan Kebahagiaan Warga
Ilustrasi. (Foto: Dok. Instagram/@jsclab)
A
A
A

JAKARTA - Konsep smart city untuk mendukung transformasi digital pelayanan publik telah diterapkan di berbagai kota di Indonesia. Jakarta menjadi salah satu kota yang terus mendorong implementasi smart city yang inovatif untuk kemajuan kota dan kebahagiaan warganya.

Transformasi digital terus dilakukan Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) dalam rangka pengembangan smart city untuk mendukung Jakarta sebagai Kota Global.

Berdasarkan Instruksi Gubernur No. 28 Tahun 2021 Tentang Percepatan Pelaksanaan Transformasi Digital di DKI Jakarta, terdapat beberapa strategi dalam percepatan pelaksanaan transformasi digital dan pengembangan Jakarta sebagai Kota Cerdas, yaitu:

1. Penguatan tata kelola pemerintahan dalam pelaksanaan transformasi digital.

2. Peningkatan tata kelola sumber daya manusia dan kompetensi aparatur sipil negara untuk percepatan transformasi digital.

3. Melibatkan berbagai elemen masyarakat dalam menyusun arah pembangunan teknologi informasi dan komunikasi Provinsi DKI Jakarta serta mewujudkan ekosistem yang kolaboratif.

4. Memperluas akses internet untuk warga dan melaksanakan optimalisasi pengadaan infrastruktur untuk percepatan pelaksanaan transformasi digital dalam bentuk JakWifi.

5. Percepatan implementasi sistem pemerintahan berbasis elektronik.

6. Mengoptimalkan pelayanan publik secara digital melalui platform JAKI sebagai pusat informasi layanan satu pintu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, yang meliputi fitur informasi (JakWarta), interaksi (JakLapor, Vaksinasi), serta transaksi (payment gateway).

Di samping itu, isu prioritas daerah tahun 2021-2022, di antaranya kepemilikan digital ID oleh seluruh penerima program bansos sekurang-kurangnya program KJP (Kartu Jakarta Pintar), KPDJ (Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta), KLJ (Kartu Lansia Jakarta), Kartu Pangan, dan Penghuni Rusun Pemprov DKI Jakarta.

Kemudian, Sistem Pengendalian Banjir (Flood Control System), digitalisasi tata naskah dinas (produk hukum dan Surat dinas), serta integrasi sistem dan data manajemen kinerja dalam Human Resource Information System (HRIS).

Fitur Aplikasi JAKI

Salah satu implementasi yang dikembangkan Jakarta Smart City (JSC), Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di bawah Diskominfotik Provinsi DKI Jakarta, adalah aplikasi JAKI (Jakarta Kini). JAKI berperan sebagai sebuah ruang interaksi bagi masyarakat untuk berkolaborasi secara inklusif.

"Inovasi JAKI merupakan realisasi dari upaya kami dalam menghadirkan sebuah platform layanan digital warga terintegrasi yang dapat memudahkan dan membawa kebahagiaan untuk warga Jakarta,” terang Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik DKI Jakarta Atika Nur Rahmania.

JAKI menjadi platform untuk interaksi di antara warga masyarakat dan Pemprov DKI Jakarta, sehingga meningkatkan partisipasi masyarakat dalam membangun kota. Saat ini, JAKI masih terus melakukan pengembangan, termasuk fitur Pendaftaran Vaksinasi.

Beberapa fitur prioritas lain dalam JAKI di antaranya JakLapor, yakni kanal pengaduan resmi Pemprov DKI Jakarta berbasis geo-tagging.

Di samping itu JakWarta yang merupakan pusat informasi resmi dan terkini dari Pemprov DKI Jakarta, JakPangan yang menyajikan informasi harga pangan terkini di seluruh Pasar Jaya di Jakarta, serta JakSurvei berupa survei untuk menilai kinerja dan layanan yang diberikan oleh Pemprov DKI.

Sedangkan JakISPU untuk mengetahui informasi Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Jakarta, JakRespons untuk mendaftar permasalahan yang sedang ditangani oleh Pemprov DKI Jakarta, JakWifi untuk menemukan titik akses Wi-Fi gratis dari Pemprov DKI Jakarta, serta JakPantau untuk mengetahui lokasi titik banjir dan tinggi muka air di berbagai aliran sungai di Jakarta.

Sementara JakSiaga untuk mengakses berbagai nomor penting dan darurat di Jakarta, serta JakPeta untuk melihat titik-titik fasilitas dan tempat-tempat publik di Jakarta sebelum bepergian.

Hingga 1 Juni 2022, sudah 3.077.177 orang yang mengunduh JAKI. Saat ini, JAKI memiliki 92 fitur dan masih akan terus mengembangkan berbagai fitur, terutama untuk layanan kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan lain-lain, untuk memudahkan masyarakat mendapatkan akses layanan publik.

 

JAKI raih Medali Emas ASEAN ICT Awards 2021 kategori Sektor Publik (Foto: Pemprov DKI Jakarta)

Selain disambut baik warga Jakarta, JAKI juga berhasil menjuarai berbagai kompetisi. Setelah menjuarai kompetisi idenTIK (Indonesia Entrepreneur Teknologi Informasi Komunikasi) kategori Public Sector yang diadakan Kementerian Komunikasi dan Informasi pada 2020, JAKI meraih Medali Emas kategori Sektor Publik dalam ajang ASEAN ICT Awards (AICTA) 2021 serta Best in Future of Digital Innovation pada IDC Smart City Asia Pacific Awards 2021.

Sedangkan di tingkat internasional, JAKI meraih Champion Project kategori E-Government dalam World Summit on the Information Society (WSIS) Prizes 2021. Bahkan, Flood Control System yang dibangun Jakarta Smart City berhasil menjadi Juara Pertama WSIS Prizes 2022 kategori E-Science dan Juara Pertama IDC Smart City Asia Pacific Awards 2022 kategori Public Safety – Next Generation Emergency Services.


 

Flood Control System menjadi Juara Pertama ITU WSIS Prizes 2022 kategori E-Science (Foto: Pemprov DKI Jakarta)


Selanjutnya, super-app JAKI akan menjadi infrastruktur menuju Jakarta Future City Hub. Jakarta Future City Hub merupakan sebuah ruang untuk peningkatan kolaborasi, co-creation serta keterlibatan warga untuk berpartisipasi dan bersinergi dalam kegiatan-kegiatan pembangunan, baik dari sisi gagasan, dana, maupun tenaga, dengan menambah ruang kreasi warga.

Jakarta Future City Hub menyediakan one-stop-shop untuk startup, founders, dan inovator dalam konsep co-working, networking, ruang kegiatan, serta lokakarya untuk pengembangan ekosistem startup di Jakarta.

Kelak Jakarta Future City Hub dapat mempertemukan pemilik permasalahan kota (problem owner) dengan pemberi solusi (problem solver). Jakarta Future City Hub dibangun melalui skema Smart Change Project, kerja sama antara Senat Kota Berlin dan Pemprov DKI Jakarta yang didanai oleh Uni Eropa.

CM

(Agustina Wulandari )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement