Share

Jepang Akan Gelar Pemakaman Kenegaraan untuk Shinzo Abe pada 27 September

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 20 Juli 2022 18:09 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 20 18 2633251 jepang-akan-gelar-pemakaman-kenegaraan-untuk-shinzo-abe-pada-27-september-7HthwYMLoK.jpg Pelayat meletakkan bunga untuk mendiang mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe sepekan setelah dia tewas ditembak saat berkampanye, Tokyo, Jepang, 15 Juli 2022. (Foto: Reuters)

TOKYO - Jepang merencanakan pemakaman kenegaraan untuk mantan Perdana Menteri Shinzo Abe pada 27 September, menurut seorang sumber partai berkuasa pada Rabu (20/7/2022). Abe meninggal dunia setelah ditembak saat berkampanye di Kota Nara pada 8 Juli lalu.

Keputusan resmi akan dibuat pada rapat kabinet pada Jumat (22/7/2022), tambah sumber itu.

Diwartakan Reuters, pemakaman itu rencananya akan digelar di Nippon Budokan, sebuah arena yang awalnya dibangun untuk Olimpiade Tokyo 1964 yang sejak itu menjadi tempat populer untuk acara olahraga dan konser serta situs untuk upacara peringatan bagi korban Perang Dunia II yang diadakan setiap tahun pada 15 Agustus.

Pekan lalu Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida mengatakan bahwa Abe, (67), akan diberi pemakaman kenegaraan sebagai pengakuan sebagai perdana menteri terlama di Jepang serta kontribusinya untuk Jepang dan dunia.

Pemakaman kenegaraan terakhir untuk mantan perdana menteri, di mana pemerintah menanggung biaya penuh untuk upacara tersebut, diadakan pada 1967 untuk mantan perdana menteri Shigeru Yoshida. Biaya untuk pemakaman yang lebih baru setengahnya ditanggung oleh negara dan setengahnya lagi oleh Partai Demokrat Liberal (LDP) yang berkuasa.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Masalah ini telah memicu perdebatan di seluruh Jepang, dengan penentang keberatan dengan penggunaan uang pajak dan yang lain mengatakan LDP memanfaatkan kematian Abe secara politis.

Sebuah jajak pendapat yang dilakukan pada akhir pekan oleh lembaga penyiaran publik NHK menemukan 49% responden mendukung gagasan tersebut dan 38% menentang.

Mereka yang berusia 18-39 paling mendukung, sebesar 61%, sedangkan mereka yang berusia 60-an paling menentang dengan 51%.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini