BERKUASANYA Raja Tribhuwana Tunggadewi sebagai raja di Majapahit menjadikan perempuan memiliki posisi penting. Pasalnya dari sejumlah daerah kekuasaan Kerajaan Majapahit juga banyak dikuasai oleh para perempuan.
Bahkan Prasasti Waringin Pitu membahas mengenai sosok perempuan penguasa daerah kekuasaan Majapahit. Total 14 kerajaan di daerah sembilan di daerah dipimpin oleh perempuan.
BACA JUGA:Kisah Pembunuhan Raja Majapahit yang Digagalkan Gajah Mada
Dikutip dari buku "Sandyakala di Timur Jawa (1042 - 1527 M) : Kejayaan dan Keruntuhan Kerajaan Hindu dari Mataram Kuno II hingga Majapahit" dari Prasetya Ramadhan, daerah kekuasaan Majapahit seperti Daha, Jagaraga, hingga Keling dikuasai oleh pemimpin perempuan.
Di wilayah Daha misalnya Jayawarddhani Jayeswari menjadi penguasanya, Dyah Wijayaduhita Wijayendudewi yang menguasai Jagaraga, Dyah Wijayakumara Rajasawarddhana menguasai Kahuripan, Dyah Suragharini Manggalawarddhani menguasai daerah Tanjungpura.
BACA JUGA:Keterkaitan Gunung Semeru dan Salak dalam Hubungan Kerajaan Sunda dan Majapahit
Kemudian ada Dyah Sureswari yang menguasai daerah Pajang, Dyah Sudharmmini Rajanandaneswari yang menguasai Kembang Jenar, Dyah Suryyawikrama Girisawarddhana yang menguasai daerah Wengker. Selanjutnya daerah Kabalan yang dikuasai oleh Dyah Sawitri Mahamisi, Singhapura yang dikuasai oleh Dyah Sripura Rajasawarddhanadewi, Dyah Suraprabhawa Singhaaikramawarddhanadewi yang menguasai Tumapel.