Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Duh! Ibu Rantai Anak di Bekasi Ternyata Pengajar Anak Berkebutuhan Khusus

Jonathan Simanjuntak , Jurnalis-Sabtu, 23 Juli 2022 |09:07 WIB
Duh! Ibu Rantai Anak di Bekasi Ternyata Pengajar Anak Berkebutuhan Khusus
ilustrasi penganiayaan anak
A
A
A

BEKASI – Seorang bocah asal Kota Bekasi, R (15) tega dianiaya oleh orang tuanya sendiri dengan cara diikat kaki dan tangan dengan rantai. Belakangan terungkap, ibu tiri R bernama A (39) sehari-hari merupakan relawan pengajar anak berkebutuhan khusus.

(Baca juga: Hasil Visum Anak Dirantai di Bekasi Ditemukan Luka Lebam, Polisi Akan Gelar Perkara)

“Ayahnya bekerja sebagai sopir pribadi kemudian ibunya bekerja sebagai tenaga relawan atau guru dari anak anak berkebutuhan khusus,” ucap Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Ivan Adhitira kepada wartawan Sabtu (23/7/2022).

Alasan orangtua korban mengikat anaknya kata dia untuk membatasi pergerakan anak. Pasalnya, anak tersebut kerap dinilai merugikan lingkungan sekitar dan dinilI mencuri makanan.

“Kalau kita lihat kedua orangtua nya mempunyai pekerjaan dan mempunyai penghasilan sehingga analisa kami mereka ini bukan dari keluarga yang tidak berkecukupan,” ucapnya.

Kepada polisi, kedua orangtua juga mengaku aksi mengikat anaknya sudah dilakukan selama seminggu terakhir. Hanya saja, warga baru mengetahui sejak Selasa (19/7).

“Berdasarkan keterangan dari kedua orang tuanya. Ini baru terjadi sekitar satu minggu yang lalu. Namun kalau warga yang kami lakukan pemeriksaan, warga baru mengetahui sekitar hari selasa 19 Juli,” tuturnya.

Saat ini, status kedua orangtua masih sebagai saksi. Polisi masih mengunpulkan alat bukti dan akan melakukan gelar perkara untuk menetapkan tersangka atas kasus itu.

Sebelumnya, R (15) anak asal Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi diduga menjadi korban penganiayaan oleh orang tuanya. R diduga dianiaya dengan kakinya diikat dengan rantai.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement