LONDON – Salah satu kandidat perdana menteri Inggris, Rishi Sunak pada Minggu (24/7/2022) berjanji akan bersikap keras terhadap China apabila ia terpilih sebagai pengganti Boris Johnson. Sunak menyebut negara kuat di Asia itu sebagai "ancaman nomor satu" terhadap keamanan domestik dan global.
Dilansir dari VOA Indonesia, janji mantan menteri keuangan itu disampaikan setelah Liz Truss, saingannya dalam kontes untuk memimpin partai Konservatif yang berkuasa, menuduhnya bersikap lemah terhadap China dan Rusia.
Media Global Times yang dikelola pemerintah China sebelumnya mengatakan Sunak adalah satu-satunya kandidat dalam kontes itu yang memiliki "pandangan yang jelas dan pragmatis untuk mengembangkan ikatan Inggris-China."
Sementara media Daily Mail, yang mendukung Menteri Luar Negeri Truss dalam kontes untuk menggantikan Boris Johnson, menyebut hal itu sebagai "dukungan yang tak diinginkan siapapun."
Usulan Sunak mencakup penutupan ke-30 Institut Konfusius di Inggris, mencegah penyebaran pengaruh China lewat program budaya dan bahasa.
Ia juga berjanji untuk "mengeluarkan Partai Komunis China (CCP) dari universitas Inggris" dengan memaksa pihak universitas untuk membuka dana bantuan asing yang berjumlah lebih dari USD60,000 (sekira Rp897 juta) dan meminta mereka untuk mengkaji ulang kerja sama yang telah terjalin.
(Rahman Asmardika)