Share

Barter Tahanan, AS Akan Tukar Terpidana Pedagang Senjata Rusia dengan Bintang Bola Basket

Susi Susanti, Okezone · Kamis 28 Juli 2022 14:38 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 28 18 2637854 barter-tahanan-as-akan-tukar-terpidana-pedagang-senjata-rusia-dengan-bintang-bola-basket-WCDAufSzRD.jpg AS akan barter tahanan pemain basket dengan pedagang senjata Rusia (Foto: Reuters)

WASHINGTON Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Antony Blinken mengatakan pemerintahan Presiden AS Joe Biden telah membuat "tawaran substansial" untuk membawa pulang dua tahanan AS dari Rusia.

Laporan menunjukkan Moskow tertarik untuk menukar bintang bola basket Brittney Griner dengan terpidana pedagang senjata Rusia Viktor Bout.

Blinken mengatakan dia akan mengangkat masalah ini dalam panggilan minggu depan dengan Menlu Rusia Sergei Lavrov. Kedua Menlu ini diketahui belum berbicara sejak perang di Ukraina dimulai.

Gedung Putih dan Departemen Luar Negeri menolak untuk mengungkapkan rincian dari kesepakatan yang diusulkan.

Menurut CNN, AS berharap untuk menukar Bout dengan Griner dan sesama warga AS Paul Whelan, yang dihukum karena spionase pada 2020.

Baca juga: Ditahan Rusia Atas Tuduhan Narkoba, Pemain Basket AS Ini Tulis Surat ke Biden Minta Bantuan agar Dibebaskan

The New York Times melaporkan bahwa AS bulan lalu menawarkan Rusia untuk menukar Bout dengan Griner dan Whelan, dan Biden dilaporkan telah menyetujui tawaran tersebut.

Baca juga: Ditahan Rusia Atas Tuduhan Narkoba, Biden dan Harris Bicara dengan Istri Pemain Basket AS

Juru bicara Gedung Putih John Kirby mengkonfirmasi tawaran telah dibuat beberapa minggu yang lalu tetapi mencatat bahwa Rusia sejauh ini tidak terlibat dengan baik.

Dia juga mengakui negosiasi untuk mengamankan pembebasan duo itu adalah "pekerjaan yang rumit" dan keputusan untuk go public dengan kata proposal itu berisiko.

"Itu tidak akan membantu kami membawa mereka pulang jika kami bernegosiasi di depan umum," katanya.

Kirby menambahkan bahwa seorang pejabat Gedung Putih telah berbicara dengan keluarga Whelan dan Griner sebelum pengumuman Blinken, dan mereka akan berbicara lagi selama 48 jam ke depan.

Kesepakatan itu akan menjadi tindakan nyata pertama yang diumumkan oleh pemerintah AS sehubungan dengan pembebasan Griner.

Seorang pengacara Bout mengatakan kepada outlet berita Rusia Ria Novosti bahwa dia tidak dapat mengomentari laporan kemungkinan pertukaran dengan kliennya tetapi "ini bisa segera berubah".

Istri Bout, Alla, mengatakan kepada Ria Novosti baik dia maupun suaminya tidak tahu apa-apa tentang rencana pertukaran tahanan semacam itu.

Pedagang senjata Bout yang dijuluki ‘pedagang kematian’, saat ini menjalani hukuman penjara 25 tahun di AS atas tuduhan berusaha menjual senjata ke kelompok pemberontak Kolombia untuk membunuh orang AS.

Seperti diketahui, Griner, 31, telah ditahan sejak Februari setelah petugas bandara Moskow menemukan minyak ganja di kopernya, ketika dia kembali ke AS setelah bermain di Rusia.

Pada persidangan kepemilikan narkoba pada Rabu (27/7/2022), Griner mengatakan para pejabat telah membuatnya menandatangani dokumen, tetapi tidak ada yang menjelaskan apapun ke dirinya.

Dia juga mengaku tidak menerima penjelasan tentang haknya atau akses ke pengacara pada jam-jam awal penahanannya, dan bahwa dia harus menggunakan aplikasi terjemahan di teleponnya untuk berkomunikasi.

Peraih medali emas Olimpiade dua kali itu mengaku bersalah atas tuduhan narkoba terhadapnya tetapi membantah sengaja melanggar hukum, dengan mengatakan dia mengemasi tasnya dengan terburu-buru.

"Saya masih tidak mengerti sampai hari ini bagaimana [kartrid vape] berakhir di tas saya," terangnya.

"Dengan barang yang secara tidak sengaja ada di tas saya, saya bertanggung jawab, tetapi saya tidak bermaksud menyelundupkan atau berencana menyelundupkan apa pun ke Rusia,” lanjutnya.

Dengan penahanannya yang diperpanjang hingga Desember mendatang, persidangannya yang berjalan lambat akan berlanjut pada Agustus nanti.

Sementara itu, Whelan, mantan Marinir AS, ditangkap di Moskow pada Desember 2018. Dia menjalani hukuman penjara 16 tahun.

AS mengatakan pihaknya menganggap Griner dan Whelan ditahan secara salah oleh Rusia.

1
4

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini