Share

Ditahan Rusia Atas Tuduhan Narkoba, Pemain Basket AS Ini Tulis Surat ke Biden Minta Bantuan agar Dibebaskan

Susi Susanti, Okezone · Rabu 06 Juli 2022 05:48 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 06 18 2624316 ditahan-rusia-atas-tuduhan-narkoba-pemain-basket-as-ini-tulis-surat-ke-biden-minta-bantuan-agar-dibebaskan-f5G6JqIyHX.jpg Pemain bola basket AS yang ditahan Rusia tulis surat ke Biden minta bantuan agar segera dibebaskan (Foto: Reuters)

NEW YORK - Brittney Griner, superstar bola basket Amerika Serikat (AS) yang ditahan di Rusia, telah menulis surat kepada Presiden AS Joe Biden memohon bantuan agar segera dibebaskan.

Griner telah ditahan selama lebih dari empat bulan atas apa yang dikatakan Rusia sebagai tuduhan narkoba.

Dalam surat yang tiba pada Senin (4/7/2022), dia menulis tentang ketakutannya bahwa dia mungkin tidak akan pernah kembali ke tanah AS.

Gedung Putih telah mengkonfirmasi bahwa Biden telah membaca surat dari pemain Phoenix Mercury.

Baca juga: Biden: AS Akan Dukung Kehadiran Militer di Eropa, Dirikan Markas Permanen hingga Kerahkan Jet Tempur

"Presiden Biden telah jelas tentang perlunya melihat semua warga negara AS yang disandera atau ditahan secara salah di luar negeri dibebaskan, termasuk Brittney Griner," kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional, Senin (4/7/202).

Baca juga: Kematian 50 Migran di Truk Trailer Texas, Biden: Mengerikan dan Memilukan, Kejar Jaringan Perdagangan Kriminal 

Pihak berwenang AS juga menegaskan kembali bahwa mereka bekerja "secara agresif - menggunakan segala cara yang tersedia - untuk membawanya pulang".

Sebagian besar surat Brittney Griner kepada Biden telah dirahasiakan, namun sebuah informasi mengungkapkan kondisi mentalnya selama penahanan.

Follow Berita Okezone di Google News

"Saat saya duduk di sini di penjara Rusia, sendirian dengan pikiran saya dan tanpa perlindungan istri, keluarga, teman, jersey Olimpiade, atau pencapaian apa pun, saya takut saya akan berada di sini selamanya," tulisnya.

"Aku merindukan istriku! Aku merindukan keluargaku! Aku merindukan rekan-rekan setimku! Membunuhku mengetahui mereka sangat menderita sekarang. Aku berterima kasih atas apa pun yang dapat kamu lakukan saat ini untuk membawaku pulang,” lanjutnya.

Griner juga mengingatkan presiden dalam suratnya, yang tiba pada Hari Kemerdekaan AS, tentang dinas militer ayahnya di Vietnam.

"Pada tanggal 4 Juli, keluarga kami biasanya menghormati jasa mereka yang berjuang untuk kebebasan kami, termasuk ayah saya yang merupakan veteran perang Vietnam,” ujarnya.

"Sungguh menyakitkan memikirkan bagaimana saya biasanya merayakan hari ini karena kebebasan berarti sesuatu yang sangat berbeda bagi saya tahun ini" tambahnya.

Dia meminta Biden untuk tidak melupakan warga AS lainnya yang ditahan oleh Rusia.

"Tolong lakukan semua yang Anda bisa untuk membawa kami pulang," tulisnya. "Saya memilih untuk pertama kalinya pada tahun 2020 dan saya memilih Anda. Saya percaya pada Anda,” ujarnya.

Griner telah ditahan di Rusia sejak penangkapannya pada 17 Februari di bandara Sheremetyevo Moskow setelah minyak ganja diduga ditemukan di bagasinya.

Saat ini dia diadili dan jika terbukti bersalah bisa menghadapi hukuman sepuluh tahun penjara.

Kurang dari 1% terdakwa dalam kasus pidana dibebaskan di Rusia.

Namun tidak seperti di pengadilan AS, bahkan jika dia dibebaskan, pemerintah Rusia memiliki wewenang untuk membatalkan keputusan apa pun dan mengirimnya ke penjara.

Salah satu pemain paling sukses dalam bola basket wanita, juara Olimpiade ganda itu bermain di luar musim NBA Wanita (WNBA) di Rusia.

Griner bermain di tim EuroLeague UMMC Ekaterinburg, tempat dia bekerja sejak 2014.

Kira-kira setengah dari pemain WNBA bersaing di luar negeri di luar musim.

Bagi sebagian besar, ini adalah cara untuk menambah pendapatan domestik mereka, dengan pemain WNBA dibayar kira-kira lima kali lebih banyak di Rusia daripada di AS.

Pengadilan Griner dilakukan di tengah perang Rusia di Ukraina dan penahanannya dilakukan beberapa hari sebelum invasi ke Ukraina.

Meskipun tidak ada indikasi bahwa penangkapan Griner terkait dengan invasi ke Ukraina, beberapa pejabat AS mengindikasikan hubungan AS-Rusia yang tegang dapat membahayakan kepulangannya yang aman.

"Kami tidak ingin Nona Griner menjadi pion dalam pertempuran politik yang sedang dilancarkan di seluruh dunia saat ini," kata anggota kongres AS John Garamendi, anggota komite angkatan bersenjata DPR pada Juni.

"Perang di Ukraina pada dasarnya memutuskan hubungan diplomatik antara AS dan Rusia," lanjutnya.

"Itu akan memperburuk masalah ini,” ujarnya.

Sementara itu, Rusia membantah bahwa penahanannya dimotivasi oleh ketegangan AS-Rusia.

1
4

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini