Share

Ketika Cucu Presiden Soekarno Bersihkan Sungai di Bali

Tim Okezone, Okezone · Kamis 28 Juli 2022 11:33 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 28 244 2637708 ketika-cucu-presiden-soekarno-bersihkan-sungai-di-bali-AVi1QBuNJA.jpg Cucu Soekarno, Kiran Seegers (foto: dok ist)

BALI - Salah satu cucu dari Presiden Soekarno, Kiran Seegers turut peduli dengan permasalahan sampah yang ada di Bali. Bersama Sungai Watch turut membantu dalam gerakan membersihkan sungai di daerah Bali.

Kegiatan Kiran Seegers selama seminggu aktif berkolaborasi untuk membersihkan sampah sungai di daerah Tambak Bayuh, Gianyar dan Ubud. Sungai Watch mengadakan kegiatan membersihkan sungai di beberapa area di Bali. Sungai Watch adalah salah satu Gerakan kepedulian dalam permasalahan sampah sungai di area Bali dan sekitarnya.

 BACA JUGA:Kuasai Banyak Bahasa, Presiden Soekarno Miliki Pergaulan Luas di Dunia Internasional

Didirikan pada tahun 2020 oleh Gary, Kelly and Sam Bencheghib. Ada sekitar 55 pejuang sungai yang bersemangat, bekerja setiap hari untuk menciptakan solusi untuk menghentikan aliran polusi plastik agar tidak masuk ke laut.

Dalam kegiatan Bersama Sungai Watch ini, Kiran membantu membuat instalasi “trash barrier” sungai di daerah Tumbak Bayuh dan Ubud, cara ini adalah salah satu cara termudah untuk menghentikan aliran polusi plastik dari sungai menuju ke laut dan memulihkan aliran sungai agar tidak terhalang oleh sampah.

Masalah sampah di daerah sungai di Bali menjadi perhatian bagi Kiran dan tim Sungai watch, hampir sekitar 80 % sampah yang ada di laut datangnya dari sungai. Maka dari itu membuat sistem teknologi penahan sampah ini cukup efektif untuk menahan aliran sampah dari sungai ke laut.

Dalam summer holiday ini Kiran banyak belajar mengenai masalah pengolahan sampah juga yang dikumpulkan Bersama sungai watch. Disini kami mengumpulkan sampah organik dan non-organik. Sampah organik yang kami kumpulkan dari sampah pembatas antara lain bambu, pohon truf, daun lontar dan kelapa.

Dan untuk non-organik sampah yang dikumpulkan terdiri dari 89% plastik, 8% kaca, 2% kain (beberapa di antaranya termasuk plastic (poliester) dan 1% logam. Sampah-sampah ini dikumpulkan dan melalui proses penyortiran bedasakan kategorinya dan diolah Kembali menjadi produk daur ulang.

Masalah sampah selalu menjadi permasalahan yang krusial di setiap daerah. Gerakan ini merupakan kepedulian dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Menjaga aliran sungai tetap bersih dan bebas dari sampah sama dengan menjaga lingkungan sekitarnya menjadi jauh lebih baik. Serta menjaga laut kita menjadi bebas dari sampah yang mengalir di sungai. Beberapa perusahaan yang menghasilkan sampah non organic disini harusnya kedepannya menghasilkan produk yang ramah lingkungan.

Menurut Kiran, kondisi ini yang harus diperhatikan kedepannya demi menciptakan lingkungan yang sehat dan juga bersih .

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini