Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Misteri Kematian 2 Wanita Bersaudara Arab Saudi di Apartemen Australia Belum Terpecahkan

Susi Susanti , Jurnalis-Jum'at, 29 Juli 2022 |14:37 WIB
Misteri Kematian 2 Wanita Bersaudara Arab Saudi di Apartemen Australia Belum Terpecahkan
2 wanita Arab Saudi ditemukan meninggal di apartemen di Sydney, Australia (Foto: Kepolisian New South Wales)
A
A
A

SYDNEY - Polisi Australia dibuat bingung setelah mayat dua wanita asal Arab Saudi, yang diyakini hilang selama sebulan, ternyata ditemukan tergeletak di apartemen mereka di Sydney, Australia.

Asra Abdullah Alsehli, 24, dan Amaal Abdullah Alsehli, 23, ditemukan meninggal pada 7 Juni lalu di tempat tidur terpisah di rumah di pinggiran Canterbury.

Polisi, yang dipanggil ke properti untuk pemeriksaan mengatakan para wanita itu diyakini telah meninggal pada awal Mei lalu.

Meskipun banyak pertanyaan seputar kematian mereka, kepolisian masih tidak tahu bagaimana atau mengapa kematian itu terjadi.

Baca juga: 2 Wanita Bersaudara Arab Saudi Ditemukan Meninggal di Apartemen Australia, Polisi Berhasil Identifikasi 

Polisi New South Wales mengeluarkan permohonan baru kepada publik pada Rabu (27/7/2022), mengatakan "setiap informasi" bisa menjadi kunci untuk menyelesaikan kasus ini.

Polisi dalam sebuah pernyataan meminta siapa pun yang mungkin mengenal atau melihat para wanita itu untuk melapor.

Baca juga: Video Menjurus ke Seksual dan Dianggap Tidak Bermoral, 'TikToker' Mesir Ditahan di Arab Saudi

The Sydney Morning Herald melaporkan kedua wanita bersaudara ini pindah ke Australia dari Arab Saudi pada 2017 dan mungkin telah mencari suaka. Polisi menolak untuk mengkonfirmasi hal ini karena berdalih mereka tidak mengomentari status tempat tinggal.

Sebuah organisasi hak asasi manusia (HAM) mengatakan harus ditetapkan apakah para wanita itu melarikan diri dari Arab Saudi karena kekerasan dalam rumah tangga atau undang-undang yang keras yang mengatur perempuan. Namun, tidak ada bukti bahwa ini masalahnya.

Polisi mengatakan mereka telah melakukan kontak dengan keluarga wanita itu, yang membantu mereka dalam penyelidikan.

Lina al-Hathloul, Kepala pemantauan dan komunikasi di organisasi HAM Saudi ALQST, mengatakan itu "tidak akan menjadi kasus pertama" wanita Saudi yang terbunuh di luar negeri setelah melarikan diri dari kekerasan dalam rumah tangga.

"Tidak ada perlindungan bagi perempuan yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga di Arab Saudi, sehingga mereka melarikan diri ke luar negeri," katanya kepada BBC.

"Saya tidak mengatakan itu yang terjadi di sini, hanya saja kita membutuhkan penyelidikan menyeluruh. Sangat frustasi untuk tidak memiliki informasi apa pun,” lanjutnya.

Menurut Sydney Morning Herald, ada tanda-tanda bahwa ada sesuatu yang salah.

Surat kabar itu melaporkan tahun lalu, kedua wanita itu memberi tahu manajer gedung apartemen tempat mereka tinggal jika mereka mengira seseorang merusak pengiriman makanan mereka.

Seorang tukang ledeng yang pernah mengunjungi apartemen itu juga mengatakan bahwa dia yakin ada "sesuatu yang misterius" sedang terjadi. Polisi pun sempat dipanggil karena keprihatinan terhadap para wanita itu.

Sebuah laporan dari program urusan Australia saat ini Four Corners pada 2019 menemukan 80 wanita Saudi telah mencoba mencari suaka di Australia dalam beberapa tahun terakhir. Banyak dari mereka melarikan diri dari hukum perwalian laki-laki.

(Susi Susanti)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement