"Di satu sisi, saya sedikit lebih tenang sekarang karena saya sangat khawatir tentang mereka," kata Yolanda, ibu dari dua bersaudara, Jair dan Yovani, ketika penduduk desa berdatangan untuk menyalakan lilin di altar yang didirikan.
"Sementara aku tahu aku tidak akan pernah melihat mereka lagi, setidaknya aku punya tempat untuk meratapi mereka dan membawakan mereka bunga,” lanjutnya.
Terlihat juga ritual orang-orang lokal yang membawa enam babi yang baru disembelih, yang disumbangkan oleh petani lokal. Dua babi diantaranya diotong di belakang mobil pikap. Nantinya para wanita akan memasak daging babi menjadi sup pedas, disajikan dengan tamale dan dicuci dengan soda manis dalam jumlah banyak.
Itu adalah makanan yang menenangkan, untuk komunitas yang sangat membutuhkan hiburan. Kemudian upacara pemakaman tradisional memberikan ketenangan yang disambut baik bagi keluarga.
Anak-anak Olivares meninggalkan desa untuk mencari satu hal yakni peluang ekonomi yang lebih besar. Mereka tidak melarikan diri dari kekerasan atau kejahatan terorganisir, mereka bukan orang buangan politik atau mencari suaka dari penganiayaan. Mereka hanyalah pemuda yang berharap mencapai Austin di Texas untuk menghasilkan cukup uang untuk dikirim pulang ke keluarga mereka. Dan untuk menemukan prospek baru di luar batas cakrawala desa tempat mereka dilahirkan.
Ini adalah kisah yang sangat dikenal oleh masyarakat pegunungan di negara bagian Veracruz.
"Kami tahu risikonya tetapi mereka telah melihat orang lain berhasil (ke AS), bahkan gadis-gadis muda, dan itu memotivasi mereka untuk mencoba juga," jelas Yolanda, tenang di tengah kesedihannya.
"Mereka punya rencana. Mereka ingin membangun rumah, membuka usaha, bukan hanya duduk di sini membuat sepatu, lanjutnya.