Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ketika Ingin Raih Mimpi di Tanah Amerika Harus Berakhir dengan Kematian di Jarak 1.300 Km dari Rumah

Susi Susanti , Jurnalis-Sabtu, 30 Juli 2022 |19:16 WIB
Ketika Ingin Raih Mimpi di Tanah Amerika Harus Berakhir dengan Kematian di Jarak 1.300 Km dari Rumah
3 Migran yang meninggal di dalam truk di Texas, AS dimakamkan (Foto: BBC)
A
A
A

Putra Valencia yang berusia 26 tahun saat ini sedang dalam perjalanan ke utara, dan dia belum mendengar kabar darinya dalam delapan hari.

"Saya tidak terlalu khawatir tetapi Anda memikirkannya setelah apa yang terjadi," katanya.

"Aku akan berbohong jika aku mengatakan sebaliknya,” terangnya.

Itu tidak mengejutkan ayah Misael, Gerardo Olivares. Dia mengatakan fakta bahwa perjalanan putranya berakhir begitu tragis tidak akan membuat orang lain tidak melakukan hal serupa.

"Orang-orang muda harus mencari mimpi mereka," katanya.

"Hanya Tuhan yang tahu masa depan kita. Hanya Dia yang tahu bagaimana semuanya berakhir. Ini bukan tragedi yang sama untuk semua orang. Setiap orang memiliki takdirnya sendiri,” lanjutnya.

Sementara itu, setelah warga desa makan, lonceng gereja dibunyikan dan ketiga peti mati itu dipikul di pundak ayah, paman, dan teman-teman anak laki-laki itu. Prosesi berjalan melalui kota ke gereja, dan para pelayat menyanyikan sebuah himne lembut saat mereka berjalan di belakang peti mati, banyak dari mereka menyeka air mata.

Setelah Misa, air minum khas lokal dan bir dibagikan kepada orang-orang yang membutuhkan minuman keras setelah hari yang menguras emosi.

Salah satu paman anak laki-laki itu, Oscar, menunjukan video di ponselnya. Itu adalah kontak terakhir keluarga itu dengan para pemuda dalam perjalanan mereka. Itu menunjukkan mereka berbaring di tempat tidur single di sebuah motel murah atau tempat penampungan migran, di suatu tempat di Meksiko utara.

Mereka bertelanjang dada di tengah panas yang menyengat, tersenyum, dan melambai kepada keluarga di Veracruz.

Tidak lama setelah video itu diambil, Jair, Yovani dan Misael dimasukkan ke sebuah truk trailer. Mereka naik penuh harapan untuk mengubah nasib mereka. Namun siapa menyangka, hal itu malah akan mengakhiri hidup mereka.

(Susi Susanti)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement