Di sisi lain, diakui Benny pihaknya tengah berkolaborasi bersama dengan beberapa instansi pemerintahan lainnya guna membongkar sindikat penjualan orang berbasis media online ini.
“Nanti akan ketahuan, yang mengiming-imingi mereka itu siapa kalau perorangan siapa bisa disebut, kalau perusahaan ya perusahaan apa ya, sampai mereka disana bekerja di mana, orang Indonesia nya siapa,” tandasnya.
Dari hal tersebut, Benny mengharapkan kedepannya dapat memberikan efek jera bagi para pekerja migran lainnya untuk lebih berhati-hati. "13 orang, sedangkan di hari Jumat sebanyak 12 (orang), total sudah 39,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Benny menuturkan pihaknya berkolaborasi penuh dengan berbagai instansi pemerintahan lainnya seperti Kementerian Sosial dan Bareskrim.
“Intinya Bareskrim sudah turun tangan (menyelidiki) dan tentu kita memberikan dukungan penuh,” tandasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.