Share

Kepincut Pilot Gadungan, ASN Pemkab Nganjuk Tertipu Usai Ngamar di Hotel

Antara, · Rabu 10 Agustus 2022 03:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 09 519 2644963 kepincut-pilot-gadungan-asn-pemkab-nganjuk-tertipu-usai-ngamar-di-hotel-jp2XPXlYzs.jpg Illustrasi (foto: Okezone)

MADIUN - Petugas Satuan Reskrim Polres Madiun Kota, Jawa Timur, menangkap seorang pria berinisial MR (54) warga Kabupaten Mojokerto, yang mengaku sebagai pilot Garuda Indonesia, karena menipu seorang aparatur sipil negara (ASN) hingga merugi ratusan juta rupiah.

Kepala Satuan Reskrim Polres Madiun Kota, AKP Tatar Hernawan mengatakan, penangkapan MR tersebut berdasarkan laporan dari IS (46) seorang ASN di lingkungan Pemkab Nganjuk yang telah ditipu tersangka dengan membawa kabur mobil, dompet, dan HP milik korban.

"Tersangka ini mengaku sebagai pilot di Garuda Indonesia. Mereka berkenalan lewat media sosial. Mungkin korban ini tertarik karena tersangka mengaku bekerja sebagai pilot. Kemudian mengajak ketemuan dengan korban di Madiun, tepatnya di Hotel Bali untuk bermalam. Waktu korban mandi, dompet, HP, dan mobil korban dibawa lari tersangka," ujar Tatar saat menggelar pers rilis di Mapolres Madiun Kota Madiun, Selasa (9/8/2022).

 BACA JUGA:Waspada! Modus Penipuan Mengaku WN Brunei dan Minta Bantu Beli HP

Berdasarkan hasil pemeriksaan, kejadian penipuan tersebut bermula saat IS yang berstatus janda mengenal tersangka melalui Facebook. Tersangka mengaku bekerja sebagai pilot di Garuda Indonesia. Bahkan untuk mengelabui korban, tersangka membuat kartu identitas palsu sebagai pilot.

Setelah kontak melalui media sosial beberapa lama, keduanya memutuskan untuk bertemu di Hotel Bali Kota Madiun.

 BACA JUGA:Kasus Investasi Bodong, Doni Salmanan Didakwa Berita Bohong dan Penipuan

Adapun, kasus tersebut dilaporkan ke Polres Madiun Kota pada 19 Juni 2022. Sedangkan tersangka berhasil ditangkap pada 21 Juli di wilayah Madiun.

Baca Juga: Wujudkan Indonesia Sehat 2025, Lifebuoy dan Halodoc Berkolaborasi Berikan Akses Layanan Kesehatan Gratis

Dalam kasus itu, tersangka berhasil membawa kabur mobil Toyota Avanza milik korban beserta surat-suratnya. Tersangka MR juga mencuri HP dan dompet korban yang berisi uang tunai sebesar Rp950 ribu.

"Atas kejadian itu korban mengalami kerugian total sekitar Rp108 juta," kata Tatar.

Tersangka dijerat dengan pasal 362 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman pidana penjara lima tahun. Saat ini tersangka dan sejumlah barang bukti telah diamankan aparat kepolisian guna proses hukum lebih lanjut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini