Share

Sebar Hasutan di Medsos, 2 PNS Ditangkap

Susi Susanti, Okezone · Rabu 10 Agustus 2022 17:24 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 10 18 2645517 sebar-hasutan-di-medsos-2-pns-ditangkap-iiJ08ZdwJU.jpg Polisi Hong Kong tangkap 2 PNS penghasut di media online (Foto: AP)

HONG KONG - Polisi keamanan nasional Hong Kong menangkap dua pegawai negeri sipil (PNS) pada Selasa (9/8/2022) karena diduga mengunggah posting-an hasutan secara online.

Sejak awal Agustus ini, empat pegawai negeri sipil telah ditangkap karena hasutan, termasuk dua orang yang ditangkap oleh polisi keamanan nasional pada Selasa (9/8/2022).

Polisi mengatakan kedua PNS itu berusia 28 dan 29 tahun, adalah administrator halaman media sosial yang diduga menyebarkan pesan penghasutan yang mempromosikan perasaan permusuhan antara kelas populasi yang berbeda.

Baca juga:  Penari Perut Mesir Dihukum Tiga Tahun Penjara Atas Tuduhan Hasutan Seksual

Sebuah sumber polisi mengatakan kepada AFP bahwa keduanya mengelola halaman Facebook yang disebut Rahasia Pegawai Negeri Sipil, yang menerbitkan posting anonim oleh pegawai pemerintah.

Baca juga: Kerusuhan di Polda Jabar, Peran Ketum GMBI Menghasut Anak Buahnya Berbuat Onar

Pada Selasa (9/8/2022) malam, halaman tersebut telah diturunkan atau di 'take down'.

Polisi mengatakan lima pria lain juga diselidiki sehubungan dengan kasus tersebut dan dua dari mereka - yang merupakan paramedis, menurut media lokal - ditangkap karena dicurigai melakukan penipuan.

Departemen Pemadam Kebakaran mengkonfirmasi bahwa lima anggota staf mereka berada di bawah penyelidikan polisi.

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

Pekan lalu, seorang petugas Departemen Pendapatan Dalam Negeri dibawa ke pengadilan atas tuduhan penghasutan dan menolak jaminan.

Penghasutan adalah pelanggaran era kolonial yang telah dibersihkan untuk memadamkan perbedaan pendapat setelah Beijing memberlakukan undang-undang keamanan nasional di Hong Kong dua tahun lalu.

Lebih dari seperlima dari 128 orang yang diadili karena pelanggaran keamanan nasional di kota itu menghadapi tuduhan seperti "mengucapkan kata-kata penghasut" dan "mencoba bertindak dengan niat menghasut".

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini