Share

3 Warga Asing Pendukung Kemerdekaan RI, Nomor 3 Keturunan Korea yang Gugur di Tangan Belanda

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Jum'at 12 Agustus 2022 06:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 11 18 2646215 3-warga-asing-pendukung-kemerdekaan-ri-nomor-3-keturunan-korea-yang-gugur-di-tangan-belanda-CNm0An0Pjc.jpg Laksamana Tadashi Maeda. (Foto: Museum Perumusan Naskah Proklamasi/BBC)

JAKARTA - Siapa bilang tokoh pejuang kemerdekaan hanya terdiri dari warga pribumi? Sejarah mencatat, ada beberapa warga negara asing (WNA) yang turut andil dalam proses meraih kemerdekaan, bahkan sampai mempertahankannya.

Berikut tiga WNA yang ikut berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia:

1. Laksamana Maeda

Laksamana Tadashi Maeda. (Museum Perumusan Naskah Proklamasi/BBC)

Laksamana Muda Maeda adalah seorang Perwira Tinggi Angkatan Laut Jepang yang secara sukarela meminjamkan rumahnya di Rengasdengklok seabagai lokasi perumusan teks atau naskah proklamasi.

Melansir Okezone, Maeda kala itu ditugaskan di Indonesia sebagai Kepala Kantor Penghubung atau Kaigun Bukanfu. Pria kelahiran 3 Maret 1898 itu diangkat sebagai salah satu petinggi AL Jepang pada 15 Januari 1942.

Saat penyusunan teks, Maeda tak kuasa menahan kantuk dan memilih untuk tidur di lantai 2 rumahnya. Ia menugaskan 2 ajudan dan 1 penerjemahnya untuk menemani Soebardjo dan kawan-kawan meneruskan rapat penting itu. Bahkan, Maeda berpesan kepada asisten rumah tangganya untuk menyiapkan hidangan sahur bagi seluruh peserta rapat.

2. Ichiki Tatsuo

Selain Maeda, Ichiku Tatsuo juga seorang Jepang yang pro terhadap masyarakat Indonesia. Agus Salim memberikan nama lain kepada Tatsuo saat menjadi penasihat Divisi Pendidikan PETA, yakni Abdul Rachmat.

Tatsuo tercatat pernah menjadi pimpinan pasukan Gerilya Istimewa di Semeru pada 1949. Keheroikan Tatsuo bahkan terlihat hingga ajal menjemput. Dirinya ambruk dan gugur usai tubuhnya tertembus timah panas tentara Belanda saat mendorong pasukan Indonesia untuk melakukan penyerangan.

3. Yang Chil-seong

Yang Chil Sung (kiri) saat ditangkap tentara Belanda. (Wikipedia)

Warga Korea, Yang Chil-seong juga turut andil dalam membantu proses kemerdekaan. Pria kelahiran Korea Selatan, 29 Mei 1919 ini adalah seorang penjaga tawanan perang di Bandung, Jawa Barat pada 1942. Dirinya memiliki nama Indonesia, yakni Komarudin, sementara Sichisei Yanagawa adalah nama Jepangnya.

Usai kemerdekaan Indonesia, Seong tetap bermukim di Indonesia dengan menggunakan nama Komarudin. Bahkan, ia ikut serta dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia, di saat Belanda kembali datang untuk merebut kemerdekaan. Komarudin bergabung dengan Pasukan Pangeran Kapak di Garut pimpinan Mayor Kosasih.

Perjuangannya bersama Pasukan Pangeran Kapak memang membuat Belanda kewalahan dan harus mengirimkan personel berjumlah banyak untuk menyerang Garut. Meskipun pada akhirnya Komarudin tewas usai dieksekusi pasukan Belanda.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini