Share

Penulis Kontroversial Salman Rushdie Ditikam saat Bicara di Panggung

Erha Aprili Ramadhoni, Okezone · Sabtu 13 Agustus 2022 06:22 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 13 18 2647059 penulis-kontroversial-salman-rushdie-ditikam-saat-bicara-di-panggung-auTQLEtpGb.jpg Penulis Salman Rushdie ditikam saat berbicara di atas panggung.

NEW YORK - Penulis buku The Satanic Verses, Salman Rushdie, ditikam di atas panggung di negara bagian New York. Saat kejadian, Salman Rushdie (75) tengah berbicara di sebuah acara di Chautauqua Institution.

Melansir BBC, Polisi Negara Bagian New York mengatakan, seorang pria berlari ke atas panggung dan menyerang Rushdie, yang sekarang menjalani operasi di pusat trauma lokal.

Polisi menahan seorang tersangka bernama Hadi Matar (24), dari Fairview, New Jersey. Belum ada motif atau tuduhan yang dikonfirmasi oleh polisi.

Rushdie ditikam setidaknya sekali di leher dan setidaknya sekali di perut. Dia dibawa ke rumah sakit di Erie, Pennsylvania, dengan helikopter.

Pewawancara yang juga berada di atas panggung, Henry Reese, mengalami cedera kepala ringan dan dibawa ke rumah sakit setempat. Reese adalah salah satu pendiri organisasi nirlaba yang menyediakan perlindungan bagi para penulis yang diasingkan di bawah ancaman penganiayaan.

Polisi mengatakan pada konferensi pers, staf dan penonton telah bergegas menyerang penyerang. Dia kemudian ditangkap.

Sebuah video yang diposting online menunjukkan saat orang-orang berlari ke atas panggung segera setelah insiden itu. Polisi mengatakan seorang dokter di antara penonton memberikan pertolongan pertama kepada Rushdie.

Baca Juga: Tidak Hanya Berantas Pencurian Ikan, Ini Bukti Nyata Ketegasan KKP

Novelis kelahiran India, Rushdie, namanya melambung berkat buku Midnight's Children pada 1981, yang kemudian terjual lebih dari satu juta kopi di Inggris saja.

Tapi buku keempatnya, pada 1988 - The Satanic Verses - memaksanya bersembunyi selama sembilan tahun.

Novel surealis post-modern memicu kemarahan di antara beberapa Muslim, yang menganggap isinya menghujat, dan dilarang di beberapa negara.

Setahun setelah buku itu dirilis, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Khomeini menyerukan agar Rushdie dieksekusi. Dia menawarkan hadiah $3 juta (£2,5 juta) dalam sebuah fatwa - keputusan hukum yang dikeluarkan seorang pemimpin agama Islam.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini