Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

LSI Denny JA: Hampir Mustahil PDIP Bertarung di Pilpres 2024 Tanpa Gandeng Partai Lain

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis-Selasa, 16 Agustus 2022 |05:03 WIB
LSI Denny JA: Hampir Mustahil PDIP Bertarung di Pilpres 2024 Tanpa Gandeng Partai Lain
Peneliti LSI Denny JA, Adrian Sopa paparkan hasil survei terbarunya (Foto: Antara)
A
A
A

JAKARTA - Survei yang dilakukan oleh Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA sebut partai Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang terdiri dari Golkar, PAN, dan PPP lebih unggul di segmen pemilih yang moderat di Pilpres 2024.

"Poros PDIP lebih unggul di segmen pemilih yang puas dengan kinerja Jokowi," kata peneliti senior LSI Denny JA Adrian Sopa saat memaparkan hasil survei terbarunya dilansir Antara, Selasa (16/8/2022).

Sementara poros Gerindra dan PKB, lanjut dia, lebih unggul di segmen pemilih yang kurang puas dengan kinerja Jokowi.

Adrian menilai hampir mustahil PDIP bertarung dalam Pilpres 2024-2029 sendirian, tanpa menggandeng partai lain, walaupun sudah memenuhi syarat pencalonan minimal 20 persen.

"PDIP mustahil menggandeng PKS karena alasan ideologis. Begitu pun menggandeng Demokrat karena riwayat hubungan Megawati- SBY," tuturnya dalam siaran persnya.

Baca juga: Survei LSI Denny JA: Airlangga Jadi Tokoh Utama, KIB Ungguli Poros Lain di Komunitas Digital

Tak hanya itu, kata Adrian, kecil kemungkinannya bila PDIP menggandeng NasDem karena irama politik Megawati dan Surya Paloh tak sejalan.

Dia mengatakan, dalam bulan-bulan terakhir masa pendaftaran, yakni September 2023, sangat mungkin PDIP mengajak Gerindra, atau PKB atau KIB untuk menyatukan kekuatan. Sementara KIB sendiri sangat mungkin menambah kekuatan.

Baca juga: LSI Denny JA Prediksi Pilpres 2024 Terdapat 3 Poros dengan 5 Tokoh Utama, Siapa Saja?

"Hanya tiga partai saja bagi KIB sangatlah riskan. Jika satu partai mengundurkan diri, itu akan membuat KIB tak lagi memenuhi syarat pencalonan capres- cawapres 20 persen," paparnya.

Bagi KIB, satu partai yang mungkin diajak adalah PKS atau Demokrat. Hal itu lantaran PKS dan Demokrat tak memiliki bargaining kuat untuk meminta calon presiden.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement