Share

Teman Bocah SD yang Dibunuh saat Belajar di Dalam Kelas Jalani Trauma Healing

Wahyudi Aulia Siregar, Okezone · Selasa 16 Agustus 2022 17:31 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 16 608 2649069 teman-bocah-sd-yang-dibunuh-saat-belajar-di-dalam-kelas-jalani-trauma-healing-2vqC5Ex9qS.jpg Ilustrasi/ Foto: Okezone

MEDAN - Polisi memenuhi janji mereka untuk memberikan penyembuhan trauma (trauma healing) kepada teman-teman sekelas SRB (10), bocah kelas VI di SD Yayasan Baiti Jannati, Sei Semayang, Deliserdang, yang dibunuh pamannya saat belajar di dalam kelas.

Sebanyak 15 orang teman sekelas SRB mengikuti trauma healing yang digelar di Polsek Medan Sunggal, Selasa (16/8/2022).

 BACA JUGA:8 Bulan Ungkap Judi Online, Polda Jatim Tangkap 500 Tersangka

Para siswa teman-teman SRB terlihat begitu antusias mengikuti kegiatan tersebut. Apalagi Polisi menghadirkan beberapa karakter superhero dan badut untuk menghibur para siswa.

Para siswa juga diberikan pelatihan singkat untuk melindungi diri dari orang asing.

Kapolsek Sunggal, Kompol Chandra Yudha, mengatakan trauma healing ini diberikan agar para siswa dapat pulih dari trauma setelah melihat langsung aksi pembunuhan terhadap SRB.

"Kita ingin adik-adik ini dapat kembali menjalani kegiatan bersekolah seperti biasa. Agar tidak ada trauma setelah peristiwa itu," kata Kompol Yudha.

 BACA JUGA:Meriahnya Pawai Sesingaan di Indramayu Sambut HUT Ke-77 RI

Untuk kasusnya sendiri, kata Yudha, hingga saat ini masih dalam tahap penyelidikan. Untuk sementara, Polisi berkesimpulan bahwa kasus pembunuhan itu dilatarbelakangi dendam pelaku terhadap korban.

"Kasusnya masih berproses. Kita masih dalami motifnya," sebut Yudha.

Diberitakan sebelumnya, seorang siswa kelas VI berinisial SRB (10), tewas dibunuh saat mengikuti pelajaran di sekolahnya, di SD Yayasan Baiti Jannati, Jalan Murai, Desa Sei Semayang, Kecamatan Sunggal, Deliserdang, Sumatera Utara pada Selasa, 9 Agustus 2022 pagi.

Baca Juga: Tidak Hanya Berantas Pencurian Ikan, Ini Bukti Nyata Ketegasan KKP

Pelaku pembunuhan itu diduga adalah paman korban bernama Rahmat (32). Dia datang ke sekolah sekitar pukul 7:30 WIB. Kemudian mendobrak pintu ruang kelas serta langsung menikam bagian perut korban.

 BACA JUGA:Biden Ucapkan Selamat HUT Kemerdekaan RI kepada Presiden Jokowi

Korban seketika ambruk sementara pelaku melarikan diri. Pengurus sekolah berusaha menolong korban dan membawa korban ke rumah sakit untuk mendapat perawatan. Namun setibanya di rumah sakit, korban dinyatakan telah meninggal dunia.

Polisi yang mendapatkan laporan atas insiden itu kemudian melakukan penyelidikan. Setelah tiga hari diburu, pelaku akhirnya berhasil ditangkap di Jalan Pelita, Desa Medan Krio, Kecamatan Sunggal, Deliserdang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini