Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pemprov DKI Wujudkan Jakarta Ramah dan Indah melalui Penataan Trotoar

Fitria Dwi Astuti , Jurnalis-Kamis, 18 Agustus 2022 |16:34 WIB
Pemprov DKI  Wujudkan Jakarta Ramah dan Indah melalui Penataan Trotoar
Pemprov DKI terus menata Jakarta agar semakin ramah untuk pejalan kaki
A
A
A

Kalau Anda sedang senggang, cobalah untuk menyusuri trotoar di kota Jakarta. Pasti akan terasa berbeda dibanding dengan beberapa tahun sebelumnya. Trotoar-trotoar di sepanjang jalan kini terlihat makin bersih dan rapi.

Salah satu pejalan kaki atau pedestrian, Suhayatmi, telah bertahun-tahun menggunakan trotoar dari stasiun kereta menuju kantornya setiap hari kerja. Karyawati swasta di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, ini merasakan sekali revitalisasi trotoar di Ibu Kota.

"Dulu sebelum era Pak Anies, nyaris susah menemukan trotoar untuk pejalan kaki. Kini saya bisa berjalan dengan nyaman. Selain itu juga tersedia fasilitas pendukung, seperti furnitur untuk duduk santai, pepohonan yang rimbun, sampai penunjuk jalan,” katanya.

Ia menikmati berjalan kaki di trotoar yang lebar, bersih, dan hijau. “Sekarang trotoar jalanan lebar, bersih dan banyak tanaman hijau. Berasa jalan kaki di kota-kota di luar negeri. Terima kasih Pemprov DKI yang sudah memberikan perhatian dan kenyamanan bagi pejalan kaki seperti kami," tutur Suhayatmi.

Hal serupa dirasakan Maria Triwulandari, seorang karyawati swasta di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat. Setiap hari ia menggunakan trotoar dari Stasiun MRT Setia Budi menuju kantornya. “Sekarang trotoar bersih dan tidak kumuh. Trotoar juga lebih adem dan asri karena banyak tanaman,” ujarnya.

Ia juga mengaku lebih mudah mendapati penanda atau rambu jalan. “Bagi pengguna trotoar dari luar Jakarta, saya rasa tidak perlu khawatir nyasar, karena di sepanjang trotoar sudah banyak rambu penunjuk jalan dan rambu penunjuk transportasi ke berbagai tujuan. Pemprov DKI sangat memperhatikan kebutuhan dan kenyamanan pejalan kaki. Semoga ke depannya bisa terus ditingkatkan,” ucapnya.

Apa yang dirasakan kedua pengguna trotoar tersebut sesuai target Pemprov untuk mewujudkan Jakarta yang ramah, indah, setara, dan memanusiakan.

Complete Street

Pemerintah Provinsi DKI terus menata Jakarta agar semakin ramah bagi pejalan kaki. Salah satunya dengan menambah kenyamanan pejalan kaki dan pengguna transportasi umum melalui konsep complete street.

Complete street adalah jalan yang alokasi ruang dan desainnya dapat mengakomodir kebutuhan mobilitas dan aktivitas seluruh pengguna jalan secara inklusif, baik pejalan kaki, pesepeda, pengguna transportasi umum, dan pengguna kendaraan pribadi, termasuk pengguna jalan dari berbagai kelompok umur, perempuan, hingga berkebutuhan khusus.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, complete street berarti memenuhi semua aspek dalam pembangunan trotoar untuk pejalan kaki. "Misalnya, di situ ada jalur hijau, ada jalur sepeda, ada street furniture, dan ada wayfinding serta signage. Jadi complete street ini membuat trotoarnya lebih dari sekadar tempat kosong untuk warga berjalan kaki, tapi di situ ada fasilitas-fasilitas penunjang," ungkap Anies melalui akun YouTube pribadinya.

Dalam menata trotoar, misalnya, bukan hanya memperlebar untuk kenyamanan pejalan kaki. Namun juga ditunjang dengan berbagai fasilitas lain, termasuk penataan kabel di atas trotoar. Kabel-kabel yang menjuntai di atas trotoar dirapikan dengan pemasangan Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) di bawah tanah.

"Kalau kita berjalan kaki di trotoar, tengok ke atas sedikit dulu penuh kabel. Jadi salah satu dari penataan trotoar adalah dengan menurunkan jaringan kabel. Apakah itu jaringan kabel listrik, kabel fiber optic, atau kabel telepon. Apa pun itu, diturunkan ke sarana jaringan utilitas terpadu, di bawah jalan atau di bawah trotoar," tutur Anies.

Penataan Ruang melalui SJUT

Penataan SJUT ini telah menunjukkan progres yang menggembirakan. Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta mencatat, progres mitigasi utilitas eksisting ke dalam Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) di tujuh ruas jalan di Jakarta Selatan telah mencapai 26,39 persen.

Berdasarkan survei pengukuran lapangan per April 2022, terdapat 169 pemilik utilitas atau operator di tujuh ruas jalan tersebut (terdapat operator yang sama pada ruas jalan yang berbeda).

Kepala Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta Hari Nugroho mengatakan bahwa 44 operator sudah merelokasi utilitasnya ke dalam SJUT di tujuh ruas jalan. Itu dilakukan pascapenertiban jaringan utilitas di ruas Jalan Mampang Prapatan Raya beberapa waktu lalu.

Hari menambahkan, penataan ruang melalui SJUT memperindah tata kota. Selain itu juga untuk mempermudah monitoring, sekaligus pemeliharaan jaringan utilitas dari para pemilik jaringan, termasuk menjadi potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Kami akan menata Jakarta lima tahun ke depan menjadi kota yang maju, sehingga bersih dari kabel udara,” jelas Hari.

Trotoar yang kini terlihat makin bersih, rapi, dan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang bagi pejalan kaki, tentu sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Pembangunan SJUT

Sesuai rencana, sejumlah pembangunan SJUT tahun ini akan dilaksanakan oleh beberapa mitra. PT Jakarta Propertindo akan membangun di Jalan Trunojoyo, Sultan Hasanudin, dan Pattimura, Kota Administrasi Jakarta Selatan. Sedangkan di Kota Administrasi Jakarta Timur di Jalan Pemuda dan Matraman Raya

Sementara itu, PD Sarana Jaya akan membangun SJUT di Jalan Penataran, Proklamasi, dan serta Pecenongan, Kota Administrasi Jakarta Pusat.

Progres pembangunan SJUT pada tahun ini sedang menunggu penentuan mitra investor oleh BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) Penerima Penugasan, sehingga kelanjutan pembangunan SJUT dapat segera direalisasikan setelah mitra investor diperoleh dalam waktu dekat.

Lokasi pengerjaan yang akan terlihat secara signifikan yaitu Jalan Trunojoyo, Sultan Hasanudin, dan Pattimura, Kota Administrasi Jakarta Selatan. Selain pembangunan SJUT, revitalisasi trotoar juga dilaksanakan dengan konsep complete street. Dengan demikian, jaringan utilitas akan tertata di lokasi tersebut, termasuk kabel yang tidak semrawut.

Panjang trotoar yang direvitalisasi, baik oleh Dinas maupun Suku Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta pada 2016-2021 kurang lebih 337,02 km. Pada 2022, panjang trotoar yang sudah direvitalisasi Dinas Bina Marga DKI Jakarta kurang lebih 20,003 km.

Adapun pertimbangan pemilihan penataan trotoar dan bangunan pelengkap jalan terdiri dari empat kriteria, yaitu aksesibiltas dan mobilitas pergerakan orang, integrasi antarmoda transportasi, aktivitas kawasan, ruang milik jalan yang berkaitan dengan lokasi penataan trotoar, serta ketersediaan anggaran baik APBD maupun pendanaan lainnya.

Berikut lokasi penataan trotoar tahun anggaran 2022 Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta:

1. Kawasan Kebayoran Baru Lanjutan (Jl. Trunojoyo, Jl. Cikajang, Jl. Gunawarman Lanjutan, Jl. Pattimura, Jl. Sultan Hasannudin);

2. Jl. Juanda, Jl. Pecenongan;

3. Jl. Penataran, Jl. Proklamasi, Jl. Matraman;

4. Jl. K.H. Mas Mansyur Segmen Selatan;

5. Jl. Raden Saleh;

6. Jl. Tanah Abang 2 (lanjutan);

7. Kawasan Jl. Gereja Theresia;

8. Jl. Yusuf Adiwinata;

9. Jl. Agus Salim;

10. Jl. Inspeksi Kali Sunter;

11. Jl. Tebet Raya sisi selatan;

12. Jl. Tebet Utara Dalam;

13. Jl. Tebet Timur Raya sisi timur depan taman;

14. Jl. Pesanggrahan (lanjutan);

15. Jl. Puri Kencana;

16. Jl. Puri Wangi (lanjutan);

17. Jl. I Gusti Ngurah Rai;

18. Jl. Pahlawan Revolusi (Selatan BKT);

19. Jl. Layur (Lanjutan).

Dengan penataan trotoar ini, Gubernur Anies berharap, kita akan menemukan kembali Jakarta yang ramah, indah, setara, dan memanusiakan.

(Fitria Dwi Astuti )

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement