NEW DELHI - Ratusan orang yang tinggal di tujuh desa di Negara Bagian Tamil Nadu di India selatan mengatakan bahwa mereka dihantam oleh serangan semut gila kuning. Serangga ini menyerang ternak dan merusak hasil panen, membahayakan mata pencaharian para penduduk.
Semut gila kuning adalah salah satu spesies invasif terburuk di dunia, menurut International Union for Conservation of Nature.
BACA JUGA: Misteri Kemunculan Kanguru di Desa India, Buat Penduduk Kebingungan
Mereka tidak menggigit atau menyengat tetapi menyemprotkan asam format, yang dapat menyebabkan reaksi.
Diwartakan BBC, semut, yang memiliki nama ilmiahnya Anoplolepis gracilipes, biasanya ditemukan di daerah tropis dan sub tropis. Mereka bergerak dengan cara yang tidak menentu dan tidak terkoordinasi, dengan gerakan mereka menjadi lebih panik ketika diganggu.
Para ahli mengatakan semut ini berkembang biak dengan cepat dan dapat "melakukan banyak kerusakan pada satwa liar asli". Banyak bagian Australia telah melaporkan infestasi serangga ini.
Dr Pronoy Baidya, ahli entomologi yang telah melakukan penelitian tentang semut gila kuning, mengatakan mereka adalah "spesies oportunistik".
"Mereka tidak memiliki preferensi diet. Mereka makan apa saja dan segalanya," katanya, seraya menambahkan bahwa mereka juga memangsa spesies semut, lebah, dan tawon lainnya,” jelasnya.
BACA JUGA: Setelah 70 Tahun Punah, Cheetah Akan Kembali Berkeliaran di Hutan India
Desa-desa yang terkena dampak di Tamil Nadu terletak di daerah perbukitan di sekitar hutan Karanthamalai di Distrik Dindigul. Kebanyakan orang di sini adalah petani atau pemilik ternak.
"Begitu kami mendekati hutan, semut memanjat kami, menyebabkan iritasi dan lecet. Kami bahkan tidak bisa membawa air minum karena mereka juga berkerumun. Kami tidak tahu harus berbuat apa," kata Selvam, seorang Petani berusia 55 tahun.